Certified Financial Planner Yuni Astutik menjelaskan bahwa tidak ada waktu yang benar-benar ideal bagi setiap pasangan untuk membeli rumah pertama. Menurutnya, keputusan tersebut sangat bergantung pada kesiapan keuangan masing-masing keluarga.
“Sebenarnya tidak ada waktu yang ideal kapan sebaiknya membeli rumah. Namun, ada beberapa catatan penting yang harus dipersiapkan sebelum membeli rumah,” ujar Yuni kepada Medcom.id.
Yuni menekankan setidaknya ada tiga hal utama yang perlu dipersiapkan agar cicilan rumah tidak menjadi beban. Pertama, pasangan harus memiliki dana darurat dalam jumlah yang memadai.
Strategi menabung DP rumah bagi pasutri

Tanda pasutri siap beli rumah. Foto: Freepik
Kedua, kesiapan uang muka (DP) minimal 30 persen dari harga rumah. Ketiga, perhitungan total cicilan KPR dan utang lainnya.
“Pastikan total cicilan KPR dan kewajiban utang lain tidak melebihi 35 persen dari total penghasilan,” jelas dia.
Selain itu, Yuni mengingatkan agar pasangan tetap menjalankan tujuan keuangan jangka panjang lainnya, seperti dana pendidikan anak dan perlindungan asuransi kesehatan. Pasutri disarankan sudah memiliki asuransi kesehatan bagi seluruh anggota keluarga, minimal melalui BPJS Kesehatan, sebelum mengambil cicilan rumah.
Bagi pasangan yang baru menikah atau memiliki penghasilan terbatas, mengumpulkan DP rumah memang kerap terasa berat. Untuk menyiasatinya, Yuni menyarankan agar pasutri menyisihkan minimal 10 persen dari penghasilan bulanan untuk ditabung, disertai dengan penentuan skala prioritas.
Jika membeli rumah menjadi prioritas utama, maka dana tabungan tersebut sebaiknya dialokasikan secara khusus untuk persiapan DP rumah.
Menurut Yuni, ada beberapa tanda yang menunjukkan pasutri sudah siap secara finansial untuk membeli rumah, di antaranya:
- Dana darurat sudah tersedia
- Dana DP rumah sudah terkumpul
- Tujuan keuangan lain, seperti pendidikan anak, tetap berjalan
- Total utang tidak melebihi 35 persen penghasilan
- Kebutuhan rumah tangga tercukupi
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News