NEWS
Alam Sutera Bidik Transaksi Rp300 Miliar dari Pameran Properti
Rizkie Fauzian
Kamis 10 September 2026 / 13:23
- Alam Sutera menargetkan transaksi Rp300 miliar dalam Expo 2026 yang berlangsung 8–13 September di Lippo Mall Puri.
- Hunian dengan harga Rp1 miliar–Rp2,5 miliar menjadi salah satu produk yang paling diminati pembeli.
- Target transaksi didukung KPR bunga mulai 2,75 persen, diskon hingga 20 persen, dan berbagai insentif pembelian.
Jakarta: PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) menargetkan transaksi senilai Rp300 miliar dalam pameran properti yang bertajuk Alam Sutera Group Expo 2026. Acara digelar pada 8–13 September 2026 di Main Atrium 2, Lippo Mall Puri, Jakarta Barat.
Target tersebut didukung penawaran pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga mulai 2,75 persen untuk tenor tiga tahun dan 3,3 persen untuk tenor lima tahun. Pengembang juga menawarkan sejumlah insentif, seperti diskon hingga 20 persen dan cashback hingga 5 persen untuk unit tertentu.
Sales & Marketing Director Alam Sutera Group Lilia S. Sukotjo mengatakan dukungan mitra perbankan menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat proses pengajuan dan persetujuan KPR.
"Target transaksi Rp300 miliar dalam sepekan masih realistis dicapai. Hingga Selasa, 8 September 2026, nilai transaksi yang tercatat telah mencapai sekitar Rp160 miliar," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 10 September 2026.
Dari sisi produk, hunian dengan kisaran harga Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar menjadi salah satu produk yang paling diminati selama expo. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya permintaan dari segmen menengah di pasar properti Jabodetabek.
Corporate Strategic Marketing Division Head Alam Sutera Group Stephanus mengatakan mayoritas pembeli berasal dari kalangan karyawan swasta. Sebagian di antaranya merupakan generasi milenial yang membeli properti untuk kebutuhan hunian sekaligus investasi.
Secara keseluruhan, produk yang ditawarkan dalam expo memiliki rentang harga mulai dari sekitar Rp500 juta hingga puluhan miliar rupiah. Produk tersebut mencakup rumah tapak, apartemen, hingga properti komersial.
Rentang produk tersebut membuat pengembang dapat menjangkau berbagai kelompok konsumen, mulai dari pembeli rumah pertama hingga investor properti.
Untuk mendukung pembelian, Alam Sutera menggandeng enam bank, yakni BCA, Bank Mandiri, BSI, CIMB Niaga, BRI, dan Bank Danamon.
Skema pembiayaan yang ditawarkan mencakup bunga tetap atau fixed rate mulai 2,75 persen untuk tenor tiga tahun dan 3,3 persen untuk tenor lima tahun. Pengunjung juga dapat memperoleh pembebasan biaya administrasi dan provisi sesuai dengan ketentuan masing-masing bank.
Selain pembiayaan, pengunjung juga mendapatkan berbagai insentif, antara lain diskon hingga 20 persen untuk unit tertentu serta cashback hingga 5 persen pada sejumlah proyek.
Expo tersebut juga menghadirkan rangkaian kegiatan harian dengan enam tema utama. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan 32 tahun perjalanan Alam Sutera Group dalam mengembangkan kawasan terintegrasi di Indonesia.
Berdasarkan PMK Nomor 90 Tahun 2025, pemerintah menanggung 100 persen PPN atas bagian harga jual sampai dengan Rp2 miliar untuk rumah tapak atau satuan rumah susun dengan harga jual maksimal Rp5 miliar, sesuai persyaratan yang berlaku.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan daya tarik hunian dengan harga di bawah Rp2 miliar, terutama bagi pembeli rumah pertama yang mempertimbangkan kemampuan daya beli.
Di sisi lain, pasar properti masih menghadapi tantangan dari sisi daya beli dan pembiayaan. Karena itu, kombinasi harga, skema KPR, serta insentif pembelian menjadi salah satu strategi pengembang untuk mendorong transaksi.
Dengan tingginya minat pada hunian di kisaran Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar, segmen menengah menjadi salah satu fokus Alam Sutera dalam mengejar target transaksi Rp300 miliar selama penyelenggaraan expo.
(KIE)
Target tersebut didukung penawaran pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga mulai 2,75 persen untuk tenor tiga tahun dan 3,3 persen untuk tenor lima tahun. Pengembang juga menawarkan sejumlah insentif, seperti diskon hingga 20 persen dan cashback hingga 5 persen untuk unit tertentu.
Sales & Marketing Director Alam Sutera Group Lilia S. Sukotjo mengatakan dukungan mitra perbankan menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat proses pengajuan dan persetujuan KPR.
"Target transaksi Rp300 miliar dalam sepekan masih realistis dicapai. Hingga Selasa, 8 September 2026, nilai transaksi yang tercatat telah mencapai sekitar Rp160 miliar," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis, 10 September 2026.
Segmen menengah dominasi minat pembeli

Dari sisi produk, hunian dengan kisaran harga Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar menjadi salah satu produk yang paling diminati selama expo. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya permintaan dari segmen menengah di pasar properti Jabodetabek.
Corporate Strategic Marketing Division Head Alam Sutera Group Stephanus mengatakan mayoritas pembeli berasal dari kalangan karyawan swasta. Sebagian di antaranya merupakan generasi milenial yang membeli properti untuk kebutuhan hunian sekaligus investasi.
Secara keseluruhan, produk yang ditawarkan dalam expo memiliki rentang harga mulai dari sekitar Rp500 juta hingga puluhan miliar rupiah. Produk tersebut mencakup rumah tapak, apartemen, hingga properti komersial.
Rentang produk tersebut membuat pengembang dapat menjangkau berbagai kelompok konsumen, mulai dari pembeli rumah pertama hingga investor properti.
Untuk mendukung pembelian, Alam Sutera menggandeng enam bank, yakni BCA, Bank Mandiri, BSI, CIMB Niaga, BRI, dan Bank Danamon.
Skema pembiayaan yang ditawarkan mencakup bunga tetap atau fixed rate mulai 2,75 persen untuk tenor tiga tahun dan 3,3 persen untuk tenor lima tahun. Pengunjung juga dapat memperoleh pembebasan biaya administrasi dan provisi sesuai dengan ketentuan masing-masing bank.
Selain pembiayaan, pengunjung juga mendapatkan berbagai insentif, antara lain diskon hingga 20 persen untuk unit tertentu serta cashback hingga 5 persen pada sejumlah proyek.
Expo tersebut juga menghadirkan rangkaian kegiatan harian dengan enam tema utama. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan 32 tahun perjalanan Alam Sutera Group dalam mengembangkan kawasan terintegrasi di Indonesia.
PPN DTP jadi salah satu penopang pasar
Pelaksanaan expo berlangsung ketika pemerintah masih memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk sektor perumahan.Berdasarkan PMK Nomor 90 Tahun 2025, pemerintah menanggung 100 persen PPN atas bagian harga jual sampai dengan Rp2 miliar untuk rumah tapak atau satuan rumah susun dengan harga jual maksimal Rp5 miliar, sesuai persyaratan yang berlaku.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan daya tarik hunian dengan harga di bawah Rp2 miliar, terutama bagi pembeli rumah pertama yang mempertimbangkan kemampuan daya beli.
Di sisi lain, pasar properti masih menghadapi tantangan dari sisi daya beli dan pembiayaan. Karena itu, kombinasi harga, skema KPR, serta insentif pembelian menjadi salah satu strategi pengembang untuk mendorong transaksi.
Dengan tingginya minat pada hunian di kisaran Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar, segmen menengah menjadi salah satu fokus Alam Sutera dalam mengejar target transaksi Rp300 miliar selama penyelenggaraan expo.
(KIE)