Perumahan subsidi di Tabanan. Foto: Kementerian PKP
Perumahan subsidi di Tabanan. Foto: Kementerian PKP

Tabanan Jadi Pilihan, Rumah Subsidi Bali Mulai Rp168 Juta

Rizkie Fauzian • 22 Januari 2026 12:55
Jakarta: Kabupaten Tabanan, Bali, menjadi salah satu wilayah yang patut dipertimbangkan bagi pencari hunian berkonsep modern, dekat dengan pusat pariwisata, namun tetap ditawarkan dengan harga yang terjangkau.
 
Terletak di bagian selatan Pulau Bali, Tabanan menawarkan aksesibilitas yang relatif mudah serta suasana lingkungan yang lebih tenang dengan latar alam yang masih asri. Kondisi ini menjadikan Tabanan sebagai alternatif hunian di tengah tingginya harga properti di kawasan wisata utama Bali.
 
Beberapa kecamatan di Tabanan, seperti Selemadeg, Kediri, dan Kerambitan, memiliki konektivitas yang baik karena dilintasi jalur utama menuju Denpasar dan Gilimanuk. Selain itu, Tabanan dikenal sebagai lumbung padi Bali dengan produksi beras terbesar di pulau tersebut, sekaligus memiliki hamparan ruang terbuka hijau yang masih terjaga.

Berbagai keunggulan tersebut menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang ingin memulai hidup di lingkungan yang lebih segar, tanpa harus mengorbankan kemudahan akses dan mobilitas.

Rekomendasi rumah murah di Kabupaten Tabanan

Mengacu pada data Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (Sikumbang) Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), berikut sejumlah rekomendasi rumah subsidi di Kabupaten Tabanan yang dapat dijadikan pilihan.

1. Perumahan Nadi Antap

Perumahan Nadi Antap berlokasi di Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, dan dikembangkan oleh Nadhi Graha Surya. Saat ini tersedia 123 unit rumah subsidi siap huni dengan harga Rp168 juta per unit.
 
Unit yang ditawarkan adalah Tipe 36/60 F, dengan luas bangunan 36 meter persegi di atas lahan 60 meter persegi. Hunian ini dilengkapi dua kamar tidur dan satu kamar mandi. Spesifikasi teknisnya meliputi rangka atap baja ringan, penutup genteng, dinding batako diplester dan diaci dengan finishing cat, lantai keramik 30x30, serta pondasi batu kali.

2. Perumahan Griya Multi Jadi XI Blok D

Berlokasi di Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, perumahan ini dikembangkan oleh PT Bumi Cempaka Asri. Tersedia 113 unit rumah subsidi dengan harga jual Rp168 juta.
 
Hunian yang dipasarkan merupakan Tipe 25, berdiri di atas lahan 60 meter persegi dengan luas bangunan 25 meter persegi. Rumah ini memiliki dua kamar tidur dan satu kamar mandi, dengan spesifikasi atap genteng press mini, dinding batako diplester, lantai rabat, serta pondasi batu kali.

3. BCA Land Kerambitan Tabanan

Masih dikembangkan oleh PT Bumi Cempaka Asri, BCA Land Kerambitan berlokasi di Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan. Proyek ini menawarkan 92 unit rumah subsidi dengan beberapa pilihan luas lahan dan harga mulai dari Rp168 juta.
 
Seluruh unit dilengkapi dua kamar tidur dan satu kamar mandi, dengan spesifikasi umum berupa atap genteng press mini, dinding batako diplester, lantai rabat, dan pondasi batu kali.

4. Graha Mulia Shanti

Graha Mulia Shanti berlokasi di Desa Batuaji, Kecamatan Kerambitan, dan dikembangkan oleh Signifikan Indonesia Propertindo. Perumahan ini menyediakan 69 unit rumah subsidi dengan harga Rp168 juta per unit.
 
Unit yang ditawarkan adalah Tipe 30/60, dengan luas bangunan 30 meter persegi di atas lahan 60 meter persegi. Hunian ini terdiri dari dua kamar tidur dan satu kamar mandi, dengan spesifikasi atap genteng, dinding batako, lantai rabat halus, serta pondasi batu kali atau batu gunung.

5. Perum Puri Parahyangan River Side

Rekomendasi terakhir adalah Perum Puri Parahyangan River Side yang dikembangkan oleh PT Bali Jaya Propertindo dan berlokasi di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan. Perumahan ini menawarkan 51 unit rumah subsidi dengan harga Rp185 juta.
 
Hunian Tipe 30 ini berdiri di atas lahan 60 meter persegi dan dilengkapi dua kamar tidur serta satu kamar mandi. Spesifikasi teknisnya meliputi rangka atap baja ringan, genteng press mini, plafon hollow dan gypsum, dinding batako diplester aci dan dicat, lantai keramik setara, serta pondasi batu kali dan beton bertulang.(Syarifah Komalasari)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan