Rusun nelayan di Kelurahan Bintaro Ampenan. Foto: Antara
Rusun nelayan di Kelurahan Bintaro Ampenan. Foto: Antara

Nelayan di Mataram Bisa Tempati Rusunawa, Tarifnya Rp150 Ribu per Bulan

Antara • 12 April 2022 16:59
Mataram: Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat 42 kepala keluarga (KK) nelayan di Kelurahan Bintaro Ampenan sudah  menempati rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang disiapkan pemerintah.
 
"Nelayan sudah mulai menempati rusunawa pada tanggal 20 Maret 2022, atau setelah perhelatan MotoGP," kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram M Nazaruddin Fikri di Mataram, Selasa, 12 April 2022.
 
Menurutnya, penempatan rusunawa nelayan tersebut sesuai dengan target. Meskipun sudah bisa ditempati, tetapi rusunawa tersebut belum bisa ditempati nelayan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pasalnya, rusunawa tersebut masuk dalam daftar cadangan sebagai penginapan alternatif tamu MotoGP 18-20 Maret 2022, yang ternyata ketersediaan hotel mencukupi.
 
"Jadi begitu rusunawa tidak ditempati tamu-tamu MotoGP, nelayan langsung minta segera pindah," jelasnya.
 
Sementara terkait dengan tarif sewa, masih dalam proses pembahasan dan penetapan besarannya sepenuhnya menjadi kewenangan kepala daerah.
 
Mungkin tarif sewanya sama dengan rusunawa-rusunawa sebelumnya, yakni mulai dari Rp100 ribu per bulan hingga Rp150 ribu per bulan, dikelola dari paguyuban setempat yang dibentuk oleh para penghuni rusunawa.
 
"Tapi begitu warga sudah menempati rusunawa, maka kewajiban membayar listrik dan air menjadi tanggung jawab masing-masing," ujarnya.
 
Menurutnya, rusunawa nelayan tersebut sudah dilengkapi dengan mebel antara lain, lemari, kursi dan tempat tidur, sehingga nelayan bisa pindah tanpa membawa banyak perabot rumah tangga.
 
Rusunawa Bintaro ini merupakan pembangunan tahap pertama dengan 44 kamar tipe 36 dilengkapi fasilitas dua kamar tidur, satu kamar tamu, satu dapur dan satu kamar mandi.
 
Dari 44 kamar rusunawa nelayan dengan bentuk fisik lantai tiga itu yang ditempati 42 kamar, sisanya dua kamar disiapkan untuk cadangan penghuni yang sakit dan penyandang disabilitas
 
"Penghuni kita prioritaskan nelayan yang menempati hunian sementara (huntara) akibat eksekusi lahan di Pondok Perasi," katanya.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif