Ini Makna Markas Avengers di Merauke
"Saya memang suka film The Avenger tapi itu tidak membuat saya fanatik sampai membuatnya jadi ide desain," tegas arsitek Yori Antar tentang desain Monumen Kapsul Waktu, Merauke. foto: Kementerian PUPR
Merauke: Monumen yang satu ini punya desain yang mirip dengan markas superhero The Avengers. Meski memiliki kemiripan, namun ide pembangunan monumen ini jauh dari cerita Hollywood.

Monumen yang Presiden Joko Widodo resmikan pada 16 November 2018 lalu ini menyimpan impian dan cita-cita bangsa Indonesia. Kapsul waktu berisi cita-cita tersebut akan dibuka dan dibacakan pada 17 Agustus 2085. Tepat 70 tahun dari ide pencanangannya pada 17 Agustus 2015.


Makna desain

Meski banyak dikaitkan dengan markas The Avengers, ternyata desain Monumen Kapsul Waktu berasal dari Papua. Desainnya juga tak lepas dari ide membuat kapsul waktu yang berisi cita-cita setiap provinsi yang ada di Indonesia.

Desain terinspirasi tombak, tameng dan menara penjaga (kayou) yang merupakan senjata tradisional suku-suku di Papua. Unsur yang pertahanan tersebut dimasukkan sebagai penjaga dari cita-cita Indonesia yang berada dalam kapsul waktu.

baca juga: The Avengers Kini 'Berkantor' di Merauke

"Tapi saya merancang harus juga kontemporer dan futuristik, sehingga  70 tahun kemudian saat kapsul waktu dibuka tetap up to date Kapsul-kapsul yang berisi cita-cita bangsa, perjalanan sejarah bangsa dari 70 tahun lalu ke 70 tahun kemudian," jelas arsitek Yori Antar kepada Medcom.Id.Yori.

Di puncak monumen terdapat kapsul-kapsul waktu yang disimpan dalam mangkuk besi yang dikelilingi mahkota menara kayou yang menghadap ke barat agar menjangkau dari merauke ke seluruh Indonesia.  Monumen tersebut memiliki tinggi 8 meter, lebar 17 meter dan panjang 45 meter yang mempresentasikan tahun kemerdekaan Republik Indonesia.


Foto kapsul-kapsul waktu di puncak Monumen Kapsul Waktu, Merauke, dalam akun Instagram @YoriAntar

Di bagian bawah berisi lima tembusan sebagai simbol dasar negara Republik Indonesia yakni Pancasila. Sementara dinding-dinding pada bagian dalamnya monumen akan diisi oleh relief tentang penggalian Pancisila dan terbentuknya Negara Indonesia.

Selain terinspirasi dari alat-alat pertahanan, ide Monumen Kapsul Waktu juga berasal dari unsur budaya Papua. Kapsul Waktu di atas monumen terinspirasi menara perang Suku Dani, dengan lima akses masuk bangunan yang merepresentasikan lima suku asli Merauke (Malind, Muyu, Mandobo, Mappi dan Auyu) sebagai penjaganya.  

Bukan logo The Avengers

Meski memiliki logo yang mirip dengan The Avengers, diakui Yori jika hal tersebut merupakan ketidaksengajaan. Saat membuat desain Monumen Kapsul Waktu, sumbu monumen awalnya tegak lurus menghadap Kantor Bupati, namun diminta untuk bergeser ke arah Timur-Barat sehingga monumen memiliki sudut pandang dari Timur ke Barat. Sumbu tersebut saling bersilang satu sama lain.



"Saat desain rampung  dan menjelang pembangunan fisik dari situ mulai ada pembicaraan bahwa monumen ini seperti markas Avengers. Saya bingung karena yang saya tahu di film markasnya kotak, ternyata yang sama adalah logonya. Bagi saya kemiripan itu 1:10000. Lucunya isu itu justru diangkat Pak Jokowi, entah dikaitkan saat itu pidatonya bahwa Avengers akan bersatu melawan Thanos untuk menguasai dunia," ujarnya.

Meski sebut sebagai dengan markas Avengers, namun di mata Yori ada semangat positif di dalamnya. Tidak perlu dipermasalahkan juga  jika monumen rancangannya tersebut justru viral dengan nama markas The Avengers.

"Jadi viral malah bagus, semua orang pengen main ke markas Avengers. Nilainya positif kan? Buat saya semestakung (semesta mendukung), kalau misalnya jelek kan nanti jadi bulan-bulanan. Saya memang suka filmnya tapi itu tidak membuat saya jadi fanatik sampe membuatnya jadi ide desain," ungkap Yori.

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id