Aplikasi AI untuk Desain dan interior rumah. Foto: Freepik
Aplikasi AI untuk Desain dan interior rumah. Foto: Freepik

7 Aplikasi AI untuk Desain Rumah dan Interior yang Wajib Dicoba

Rizkie Fauzian • 17 Januari 2026 17:08
Jakarta: Dunia desain arsitektur dan interior kini semakin berkembang dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Saat ini, proses menggambar, merancang, hingga melakukan rendering desain hunian tidak lagi memerlukan kemampuan teknis yang rumit.
 
Berkat berbagai aplikasi berbasis AI, dekorasi dan perencanaan rumah menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien. Dilansir dari Architizer, berikut tujuh aplikasi AI yang direkomendasikan untuk mengeksplorasi desain arsitektur dan interior.

Aplikasi AI untuk desain interior

7 Aplikasi AI untuk Desain Rumah dan Interior yang Wajib Dicoba
Aplikasi AI untuk Desain dan interior rumah. Foto: Freepik

1. PromeAI

PromeAI menjadi salah satu aplikasi AI paling serbaguna dengan keunggulan pada kemampuan menghasilkan render fotorealistik dari sketsa awal.
 
Aplikasi ini cocok bagi desainer yang ingin menghasilkan berbagai alternatif desain dalam waktu singkat. Fitur unggulan seperti Creative Fusion dan Image Variation memungkinkan pengguna mempertahankan struktur sketsa asli sambil bereksperimen dengan berbagai gaya, perspektif, dan tata letak.
 
PromeAI juga dilengkapi alat pasca-produksi seperti HD Upscaler untuk meningkatkan ketajaman gambar, serta fitur Erase & Replace dan Outpainting untuk menyesuaikan ukuran visual. Bahkan, gambar statis dapat diubah menjadi konten video melalui perintah teks dan gambar.

2. Interior AI

Interior AI dikenal sebagai alat pencari inspirasi desain interior berbasis AI. Cara kerjanya cukup sederhana, pengguna hanya perlu mengunggah foto ruangan yang sudah ada dan memilih gaya desain, mulai dari minimalis hingga bohemian.

Salah satu fitur unggulan Interior AI adalah Virtual Staging, yang memungkinkan pengisian ruang kosong dengan furnitur lengkap hanya melalui instruksi teks.
 
Selain itu, Interior AI juga mampu mengonversi sketsa atau model dari SketchUp menjadi render fotorealistik serta video flythrough 3D.

3. Gaia: Generative AI Architect

Berbeda dari AI lainnya, Gaia dikembangkan oleh Universitas Cornell dan dirancang sebagai asisten pribadi bagi arsitek dan desainer interior.
 
Melalui fitur Sketch-to-Render, perintah teks, dan penggunaan templat, Gaia secara bertahap mempelajari gaya khas penggunanya serta kebutuhan setiap proyek.
 
Gaia juga membangun ekosistem komunitas, di mana para profesional dapat saling bertukar ide dan pengalaman terkait pemanfaatan AI dalam meningkatkan produktivitas desain.

4. Coohom

Coohom menawarkan solusi bagi pengguna yang ingin mengubah gambar dua dimensi menjadi render tiga dimensi.
 
Melalui antarmuka interaktif, desainer dapat menggambar denah yang dapat ditampilkan secara bergantian dalam format 2D maupun 3D. Aplikasi ini dilengkapi pustaka model 3D yang berisi beragam furnitur untuk melengkapi setiap sudut ruangan.
 
Coohom memungkinkan pembuatan berbagai iterasi tata letak secara cepat, yang hasilnya dapat berupa gambar, video, hingga panorama 360 derajat yang tampak realistis.

5. MyArchitectAI

MyArchitectAI mampu menciptakan rendering fotorealistik melalui kombinasi sketsa cepat dan petunjuk yang telah ditentukan sebelumnya.
 
Pengguna dapat mengunggah sketsa, memilih material, lokasi, serta jenis bangunan seperti apartemen, vila, atau rumah pantai untuk memperkuat suasana visual.
 
Aplikasi ini juga menyediakan berbagai pilihan gaya arsitektur, mulai dari loteng industrial hingga rumah bergaya santai. Pengaturan pencahayaan, baik task lighting maupun ambient lighting, turut membantu menciptakan suasana desain yang lebih hidup.

6. Kaedim

Awalnya banyak digunakan di industri pengembangan gim, Kaedim kini juga dimanfaatkan untuk menciptakan model 3D kustom seperti tanaman dan elemen pencahayaan rumah.
 
Melalui fitur Image-to-Model, Kaedim mampu mengubah sketsa statis atau gambar hasil AI menjadi model 3D yang dapat diedit sepenuhnya. Model dihasilkan dalam bentuk low poly mesh berbasis quad sehingga ringan saat digunakan.
 
Model tersebut juga dibuat kedap air (watertight) sehingga mudah diimpor ke berbagai perangkat lunak pemodelan 3D lainnya.

7. Adobe Photoshop

Kemampuan pengeditan Adobe Photoshop kini semakin canggih berkat integrasi teknologi Adobe Firefly.
 
Fitur Generative AI memungkinkan pengguna menambahkan elemen baru ke dalam komposisi gambar secara instan. Selain itu, Content-Aware Fill dapat mengisi area kosong secara cerdas mengikuti pola sekitarnya.
 
Fitur Object Selection juga mempermudah proses penghapusan atau penggantian objek dalam gambar dengan cepat dan presisi. (Syarifah Komalasari)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan