Dari kantong belanja, jadi jalan raya
Pelapisan ruas Jl Sultan Agung, Bekasi, dengan aspal hotmix campuran limbah plastik pada September 2017. MI/Ramdani
Jakarta: Kantong plastik bekas belanjaan yang dituding sebagai pencermar lingkungan, akhirnya ada juga manfaatnya. Kantong plastik yang sulit diurai alam tersebut jadi campuran aspal untuk mendapatkan permukaan jalan lebih tahan lama.

"Daya lekat antar aspal juga bagus, limbah plastik membentuk lapisan yang mengikat agregat sehingga mampu menempel lebih baik dibanding aspal biasa," ujar  Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto kepada Medcom.id


Kementerian PUPR telah menerapkan aspal 'oplosan' limbah plastik di ruas-ruas jalan nasional di Jakarta, Maros, Bekasi, Denpasar dan tol Tangerang-Banten.

"Tahun ini di Labuhan Bajo. Nantinya semua akan menggunakan aspal limbah plastik," imbuhnya.

Kantong plastik bekas belanjaan yang dipakai adalah yang tebal dan berwarna hitam. Alasannya sederhana saja, karena kantong plastik itu dibuat dari limbah daur ulang plastik yang sudah berkali-kali sehingga tidak bisa lagi didaur ulang.


Pemulung sampah di tempat pembuangan akhir Bantar Gebang, Bekasi, adalah pemasok utama bahan baku limbah plastik yang akan didaurulang. Antara Foto/Rizki Adrianto

Proses 'pengoplosan' dimulai dari mengumpulkan limbah kantong plastik hitam yang telah dibersihkan dari minyak. Selanjutnya dikeringkan dan dicacah serukuran 5 milimeter sampai 1 sentimeter.

"Kami yang beli seribut alat pencacah dan diserahkan ke pengepul setempat di beberapa Balai Besar/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional. Hasil cacahannya itulah yang pengepul jual kepada kami,"  

Cacahan plastik selanjutnya masuk ke aspal mixing plant bersama agregat yang dipanaskan dengan suhu 170 derajat celcius. Campuran panas lalu dibawa ke tempat produksi untuk dipanaskan kembali bersama batu kerikil.

Hasil uji laboratorium tahun lalu, aspal hotmox dengan tambahan limbah plastik lebih tahan terhadap deformasi dan retak lelah dibandingkan biasanya. Kualitas tidak berkurang, bahkan menambah kerekatan jalan.

Saat dihampar sebagai hotmix, suhunya tercatat 150-180 derajat celcius. Jauh di bawah 250 derajat celcius yang merupakan ambang batas plastik terdegradasi dan mengeluarkan gas racun.

"Penggunaan aspal ini kan menyerap limbah. Walau tak menyerap air, aspal campur limbah plastik ini masih baik," tutup Arie.



(LHE)