Ciputra Garap Serang dan Sentul untuk Segmen Berbeda

Rizkie Fauzian 12 April 2018 10:31 WIB
perumahanreikpr
Ciputra Garap Serang dan Sentul untuk Segmen Berbeda
Suasana pemesanan unit rumah CItra Maja Raya di Mall Ciputra, Grogol, Jakarta Barat
Jakarta:Hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) dipastikan semakin jadi pilihan. Para pengembang pun berbondong-bondong membangun perumahan dan apartemen yang makin mendekati fasilitas transportasi umum agar mampu menarik minat konsumen.

Tidak terkecuali Ciputra Grup yang tengah menyiapkan pembangunan proyek hunian TOD di Sentul, Bogor. Pada semester II tahun ini proyek di atas lahan seluas 1000 meter persegi itu akan dimulai pengerjaannya.


"Akan ada stasiun Light Rail Transit (LRT), akses tol, dan kompetisinya belum terlalu berat. Itu salah satu daya tariknya. Nanti jadi kawasan TOD, beda dengan proyek Maja," kata General Manager Ciputra Residence Yance Onggo di Mal Ciputra, Grogol, Jakarta Barat, Selasa (10/4/2018).

Tahap pertama akan fokus pada pengembangangan residensial rumah tapak. Ada dua segmen yang disasar, yakni menengah bawah dengan harga hunian di bawah Rp1 miliar dan segmen menengah atas lebih dari Rp1 miliar.

"Targetnya sih setelah lebaran kita percepat proses perzinan. Jadi sekitar kuartal IV kita sudah rilis," jelasnya.

Menurut Yance, saat ini perusahaan tengah fokus mengembangkan proyek rumah tapak karena peminatnya akan terus ada. Sebaliknya pasar apartemen saat ini masih lesu.

"Kita hold peluncuran apartemen di Puri, kita prefer rumah tapak karena marketnya selalu ada," tambah Yance.

Optimisme terhadap daya serap rumah tapak pula yang mendorong Ciputra memperluas lagi proyeknya di Maja, Serang, Banten. Ada dua cluster baru yang dibukanya sekaligus di Citra Maja Raya yang setiap unit rumahnya dibandrol Rp 200-an juta.

Target pendapatan dari dua cluster baru tersebut Rp 210 miliar dari target penjualan Rp 750 miliar. Tahun politik hingga dua tahun ke depan, diyakini tidak terlalu banyak mempengaruhi keputusan masyarakat membeli rumah yang merupakan kebutuhan pokok.

"Tahun politik ini kan yang takut investor. Bagi pembeli yang penting cicilannya sanggup dibayar," sambung Yance.

 



(LHE)