Rumah Singgah Sultan di Pekanbaru. Foto: Kebudayaan.kemendikbud.go.id
Rumah Singgah Sultan di Pekanbaru. Foto: Kebudayaan.kemendikbud.go.id

5 Situs Cagar Budaya Bakal Direvitalisasi

Properti bangunan bersejarah bangunan unik desain interior bangunan sejarah Arsitektur Unik
Antara • 27 Februari 2020 10:53
Pekanbaru: Lima benda cagar budaya bakal direvitalisasi untuk mendongkrak sektor pariwisata di Pekanbaru, Riau. Cagar budaya tersebut antara lain Rumah Singgah Sultan, Masjid Raya, Monumen Kereta Api, Kuburan Marhum Pekan, dan Tugu Titik Nol.
 
"Jika Pekanbaru semakin banyak dikunjungi wisatawan maka diyakini sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat sehingga program revitalisasi ini perlu dipercepat," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru, Nurfaisal dalam keterangannya di Pekanbaru, Kamis, 27 Februari 2020.
 
Menurut Nurfasial, program revitalisasi ini perlu dipercepat apalagi ada dukungan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar, yang telah melakukan peninjauan terkait lima cagar budaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rumah Singgah Kampung Bandar Senapelan (rumah singgah Sultan) yang menjadi salah satu saksi sejarah di kota Pekanbaru. Selain itu, di sekitar kampung ini terdapat situs cagar budaya berkaitan dengan Kota Pekanbaru.
 
Kemudian ada situs dari Kerajaan Siak Sri Indrapura, salah satunya adalah Rumah Singgah Sultan, Rumah Tuan Kadhi Kerajaan Siak H. Zakaria. Keberadaan Rumah Tuan Kadhi Kerajaan Siak H. Zakaria tidak terlepas dari sejarah panjang perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura.
 
Dalam perkembangannya wilayah Senapelan (Pekanbaru) pernah menjadi Ibu kota Kerajaan Siak Sri Indrapura. Hal ini terjadi pada masa Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah sekitar tahun 1775.
 
Dengan berbagai pertimbangan seperti ekonomi dan politik yang berkembang di wilayah Riau pada saat itu beliau memindahkan pusat Kerajaan Siak dari Mempura ke Senapelan.
 
Berdasarkan keterangan dari berbagai narasumber (Tengku M. Thoha, H. Syahril Rais, Anas Aismana), rumah ini merupakan rumah singgah bagi Sultan Siak Sri Indrapura apabila berkunjung ke Senapelan (Pekanbaru).
 
Bangunan ini terdapat sekitar 20 meter dari pinggir Sungai Siak tepatnya di bawah Jembatan Siak 3 sekarang. Secara umum bangunan berbahan jenis kayu, kecuali bagian tangga (pada sisi timur bangunan) yang terbuat dari bata berspesi.
 
Bangunan ini merupakan rumah adat tradisional melayu yang masih tersisa di Kota Pekanbaru. Bangunan berupa rumah panggung yang berdasarkan keterangan H. Syahril Rais dibangun pada tahun 1895, sedangkan bagian tangga berdasarkan inskripsi yang terdapat pada tiang dibangun pada 23 Juli 1928.
 
Selain itu Mesjid Raya Pekanbaru yang awalnya bernama Mesjid Senapelan ini dibangun tidak permanen kali pertama sekitar 1762 M oleh Sultan Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai Sultan Kerajaan Siak Sri Indrapura.
 
Dalam lampiran Surat Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia Nomor :KM.13/PW.007/MKP/2004, dinyatakan bahwa masjid ini yang awalnya tidak permanen kemudian didirikan secara permanen pada tahun 1927 oieh masyarakat secara bergotong royong di atas tanah wakaf milik Haji Muhammad dan Hajjah Sa'diyah.
 
Mesjid ini dibangun secara bertahap dan baru selesai pada tahun 1937. Mesjid Raya ini beralamat di Jalan Masjid Raya, Kelurahan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau.
 
Masjid terdiri dari ruang utama, mihrab, mimbar dan serambi (Pawestren) pada bagian ruang utama terdapat tujuh belas buah tiang yang melambangkan rakaat shalat dalam agama IsIam. Pada bagian mihrab terdapat sebuah mimbar yang menurut masyarakat setempat merupakan hadiah dari Kerajaan Siak.
 
Mimbar tersebut berukuran panjang 205 cm, lebar 121 cm, tinggi 237cm. Mimbar ini kaya dengan ukiran sulur-suluran dan bunga warna kuning keemasan serta terdapat lima anak tangga. Dinding luar mihrab berbentuk setengah lingkaran, sedangkan atap masjid berbentuk kubah. Pintu masuk pada masjid ini sebanyak tiga buah, pintu utama berada di bagian tengah.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif