Bendungan Sidan di Kabupaten Badung . Foto: Kementerian PUPR
Bendungan Sidan di Kabupaten Badung . Foto: Kementerian PUPR

Bendungan Sidan Rampung 2022

Properti bendungan infrastruktur konstruksi Proyek Strategis Nasional Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 07 Agustus 2020 22:54
Badung: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun Bendungan Sidan di Kabupaten Badung untuk mendukung ketersediaan air baku di Provinsi Bali yang menjadi destinasi wisata dunia.
 
Pembangunan Bendungan Sidan merupakan salah satu dari 65 bendungan yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi salah satu prioritas Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo dan Wapres KH. Ma'ruf Amin.
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menginstruksikan agar pembangunan Bendungan Sidan terus dilaksanakan sesuai target rencana selesai pada 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tadi saya tinjau progresnya sekitar 18 persen, minus empat persen karena ada masalah teknis bidang gelincir yang menimbulkan potensi longsor, tetapi itu pasti bisa diatasi dengan teknologi yang ada," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Jumat, 7 Agustus 2020.
 
Menurutnya, untuk mengatasi permasalahan teknis tersebut, saat ini sedang dibahas metodologi terbaik untuk penanganan potensi longsor tersebut.
 
"Tadi sudah saya telepon Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR untuk segera diputuskan metodologi penanganan yang tepat. Mudah-mudahan minggu depan sudah ada keputusan sehingga progres minus masih bisa kita kejar," ungkapnya.
 
Dengan kapasitas 3,8 juta meter kubik, Bendungan Sidan akan menjadi sumber air baku bagi kebutuhan domestik dan pariwisata. "Dalam proyeksi kami, ini pun masih kurang untuk memenuhi kebutuhan air baku Bali ke depan, sehingga kita rencanakan untuk membangun beberapa bendungan lagi, termasuk Bendungan Tamblang di Kabupaten Buleleng yang saat ini juga sedang dikerjakan," kata Menteri Basuki.
 
Provinsi Bali sebagai destinasi wisata utama di Indonesia mengalami laju pertumbuhan wisatawan dan penduduk yang besar setiap tahunnya yang secara tidak langsung berdampak terhadap peningkatan kebutuhan air baku. Untuk itu pembuatan tambahan tampungan air seperti bendungan bisa menjadi salah satu solusi permasalahan tersebut.
 
Pembangunan Bendungan Sidan yang dilaksanakan Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Bali Penida akan memberikan manfaat bagi konservasi air, dan yang paling utama adalah penyediaan air baku sebesar 1.750 liter per detik untuk Kawasan Metropolitan Sarbagita, terutama Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Tabanan.
 
Bendungan ini juga memiliki potensi pariwisata dan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) berkapasitas 0,65 MW yang nantinya dikoordinasikan dengan pihak PLN.
 
Bendungan Sidan adalah bendungan tipe Zonal dengan Inti Tegak memiliki Panjang puncak 185 meter serta lebar puncak 8,5 meter yang sumber airnya berasal dari Sungai Ayung.
 
Bendungan juga dilengkapi terowongan pengelak sepanjang 555 meter dengan diameter lima meter yang berfungsi untuk pengendali banjir dari debit masuk sebesar 405 m per detik menjadi 138 m per detik debit keluar.
 
Pembangunannya dikerjakan oleh Konsorsium PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Universal Suryaprima dengan kontrak senilai Rp809 miliar.
 
Bendungan yang mulai dibangun Oktober 2018 tersebut membutuhkan total rencana pembebasan lahan sebesar 82,73 hektare yang terdiri dari 168 bidang mencakup tiga kabupaten, yakni Badung, Bangli, dan Gianyar.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif