Mengenal GWK, Ikon Bali yang Kalahkan Liberty
Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) merupakan karya pematung Nyoman Nuarta yang dikenal sebagai pematung dengan medium perunggu. AFP Photo/Sonny Tumbaleka
Jimbaran: Patung raksasa Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Jimbaran menjadi ikon baru bagi Bali. Tingginya yang 121 meter menjadikan patung perunggu ini menjadi salah satu tertinggi di planet Bumi.

Awal bulan ini rekor tertinggi dunia direbut atung Sadar Vallabhbhai Patel (182 meter) di India. Sebelumnya posisi tersebut diduduki patung The Spring Temple Buddha (153) meter di Tiongkok.


Pembangunan

Pembangunan patungGWK  yang merupakan bagian dari kawasan GBK sebenarnya sudah tercetus sejak 1989. Penggagasnya adalah Menteri Pariwisata ketika itu, Joop Ave (alm), Ida Bagus Oka (alm), Ida Bagus Sudjana (alm), dan seniman Nyoman Nuarta.

Namun karena banyaknya kontroversi tentang pembebasan lahan, peletakan batu pertama baru dilaksanakan pada 1997. Badai krisis moneter setahun kemudian membuat kegiatan pembangunan kembali dihentikan. Hingga akhirnya diresmikan pada 22 September 2018.

Lebar bentang sayap Patung GWK mencapai 64 meter, dengan berat kulit patung mencapai 900 ton. Material kulit patung adalah campuran tembaga dan kuningan.

Tinggi totalnya yang 121 meter, mengalahkan Patung Liberty di Amerika Serikat yang 93 meter. Bila tanpa menyertakan penyangganya, maka tinggi patung GWK adalah 76 meter.

Pembangunannya menggunakan 21 ribu batang baja dengan berat strukturnya mencapai 2 ribu ton. Fondasi beton dibuat dengan ketebalan hingga 2,2 meter untuk dapat menahan beban sebesar 3 riby ton.

Berdiri di atas lahan seluas 250 hektare, patung raksasa tersebut berwujud Dewa Wisnu tengah mengendarai burung garuda. Di dalam ajaran agama Hindu, Dewa Wisnu merupakan Desa Pemelihara (Sthiti).
 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id