BTN gelar akad kredit massal dalam peringatan Hari Habitat Dunia. Ilustrasi: Shutterstock
BTN gelar akad kredit massal dalam peringatan Hari Habitat Dunia. Ilustrasi: Shutterstock

BTN Gelar Akad KPR Massal untuk 3.000 Debitur

Rizkie Fauzian • 17 Oktober 2021 20:14
Pasuruan: PT Bank Tabungan Negara (BTN) menggelar akad kredit massal sebanyak 3.000 unit di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Hari Habitat Dunia yang diperingati setiap hari Senin minggu pertama Oktober.
 
Wakil Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, akad massal ini merupakan yang terbesar sepanjang tahun ini untuk membantu meningkatkan perekonomian ditengah pandemi covid-19 yang masih melanda.
 
"KPR yang diakadkan terdiri dari KPR FLPP dan BP2PT. Ini untuk menghabiskan sisa kuota FLPP yang akan habis pada Oktober 2021 ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu, 17 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Nixon, akad kredit massal ini kolaborasi BTN dengan pengembang yang memiliki kondisi rumah sesuai ketentuan dan siap dilakukan akad. Adapun daerah yang melakukan akad terbanyak ada di Bekasi. 
 
"Hal ini dikarenakan potensi perumahan subsidi yang tersebar di wilayah Bekasi yang cukup besar," jelasnya.
 
Lebih lanjut Nixon menuturkan, Pasuruan menjadi pusat akad kredit massal dikarenakan potensi pengembangan perumahan subsidi cukup potensial di wilayah tersebut. Selain itu pemerintahnya juga sangat mendukung dalam hal pemenuhan perumahan subsidi. 
 
Tahun depan, lanjut Nixon, prospek pertumbuhan ekonomi akan semakin cerah seiring melandainya kasus covid-19 di Indonesia. Hal ini diharapkan diikuti oleh peningkatan ekonomi dari berbagai sektor sehingga dapat berimplikasi dalam pembelian properti di tahun depan.
 
Selain itu juga didukung banyaknya kerjasama perseroan dengan pengembang yang memiliki potensi perumahan untuk mendukung penyaluran KPR Bersubsidi serta penyempurnaan yang dilakukan sehingga membantu proses pecepatan akad KPR Bersubsidi.
 
"BTN juga melakukan kerjasama yang baik antar stakeholder lainnya untuk menciptakan pasokan dan permintaan perumahan KPR Subsidi dan tentunya dukungan pemerintah dalam mendorong percepatan realisasi KPR Bersubsidi," ujarnya.
 
Menurut Nixon, BTN terus berupaya meningkatkan penyaluran FLPP khususnya di luar Pulau Jawa dengan mengembangkan proses bisnis dan kebijakan yang sifatnya regional customize di masing-masing wilayah.
 
"Hal Ini tentunya sesuai dengan permasalahan dan tantangan yang dihadapi, baik itu hubungan dengan legalitas, penguasaan lahan, perizininan atau kondisi lain yang menjadi kendala dalam penyaluran FLPP," ungkapnya.
 
Direktur Consumer & Commercial Lending BTN Hirwandi Gafar menambahkan, perseroan terus berkomitmen untuk mendorong laju penyaluran pembiayaan perumahan khususnya KPR Sejahtera FLPP.
 
BTN kembali mendapatkan kepercayaan dari Kementerian PUPR khususnya PPDPP untuk menyalurkan KPR Sejahtera FLPP sebanyak 113.662 unit selama 2021.
 
"Sebagai salah satu strategi percepatan penyaluran KPR Sejahtera FLPP dimaksud, kami melaksanakan kegiatan Akad Kredit Massal BTN dengan tema “Build for Better Living” secara serentak di seluruh Kantor Cabang Bank BTN se-Indonesia pada tanggal 15 Oktober 2021 dengan seremonial yang dipusatkan di Pasuruan Jawa Timur," jelas Hirwandi.
 
Dia menegaskan, pelaksanaan kegiatan akad kredit massal ini juga menandai komitmen Bank BTN untuk menghabiskan kuota KPR Sejahtera FLPP yang telah diberikan oleh Pemerintah dan bulan Oktober 2021 ini direncanakan penyaluran KPR Sejahtera FLPP tahun 2021 akan berakhir. 
 
"Debitur yang melakukan akad massal terdiri dari sektor pekerjaan ASN, TNI, Polri, pegawai Swasta, wirausaha danpegawai BUMN dan lainnya," katanya.
 
Hingga pertengan Oktober, BTN telah menyalurkan 110.000 unit KPR subsidi, dimana hingga akhir tahun ditargetan seluruhnya mencapai 130 ribu hingga 140 ribu KPR subsidi.
 
Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Permukiman Kementerian PUPR R Haryo Bekti Martoyoedo mengungkapkan program perumahan ini merupakan amanat UUD dan ini menjadi kewajiban bersama dan juga mendorong kemajuan sektor properti. Besar harapan rumah mbr lebih dekat dan murah yang berkualitas dengan ramah lingkungan.
 
Saat ini pemerintah terus melakukan upaya agar sektor properti tumbuh kedepan dengan berbagai kebijakan seperti subsidi dengan skema FLPP tahun ini mencapai 157 ribu unit dan BP2BT dengan target 39 ribu unit pada tahun ini. 
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif