Erick Tohir menyebut ada 85 hotel milik BUMN. Foto: MI/Adam Dwi
Erick Tohir menyebut ada 85 hotel milik BUMN. Foto: MI/Adam Dwi

BUMN Pemain Hotel Terbesar di Indonesia

Properti investasi properti bumn hotel bisnis properti holding bumn
Media Indonesia • 13 Desember 2019 12:33
Jakarta: Jumlah perusahaan pelat merah dinilai terlalu banyak. Bahkan bisnis yang dijalankan antara anak dan cucu perusahaan berbeda. Sektor perhotelan saja memiliki 85 hotel milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
 
"Saya rasa nanti kalau benar datanya BUMN punya 85 hotel, itu jadi salah satu pemain hotel terbesar," kata Menteri BUMN Erick Thohir di sela-sela seminar Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019.
 
Menurutnya, apabila Peraturan Menteri (Permen) dan Peraturan Pemerintah (PP) yang diajukan kepada Presiden segera dikaji, maka akan banyak anak dan cucu perusahaan yang dimerger ataupun dilikuidasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bisnis perhotelan akan ditangani oleh satu perusahaan yang bergerak di sektor tersebut. Itu nantinya apa kita gabung pemilik saham. Nanti mereka punya saham di perusahaan baru atau BUMN. Sudah listing kinerja tidak bagus bisa digabung ke situ," tuturnya.
 
Di sisi lain Erick juga menyoroti Pertamina yang memiliki ratusan anak perusahaan. Menurutnya, anak dan cucu perusahaan minyak negara tersebut perlu ditinjau lagi agar tidak ada anak perusahaan atau oknum yang justru kemudian menyebabkan kerugian induk perusahaan.
 
"Ternyata di Pertamina ada 142 perusahaan, ini kita minta komut dan dirut kita minta maping 142 perusahaan. Usahanya apa terus bagaimana kesehatan perusahaannya. Saya enggak mau 142 perusahaan di Pertamina hanya oknum-oknum yang menggerogoti Pertamina. Itu saya minta laporan dirut dan komut," imbuhnya.
 
Selain itu dia menambahkan bahwa di perusahaan maskapai plat merah Garuda Indonesia ada anak perusahaan yang namanya terdengar asing. Erick mengingatkan perlu hati-hati dalam membentuk anak usaha. Semuanya harus sejalan dengan bisnis induknya sehingga kemudian tidak menjadi kendaraan bagi oknum-oknum untuk menggerogoti perusahaan induk.
 
"Buat saya menggelitik ada cucu namanya 'Garuda Tauberes Indonesia'," pungkas dia.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif