PPh satu persen tersebut baru berlaku untuk barang mewah. (Foto: Shutterstock)
PPh satu persen tersebut baru berlaku untuk barang mewah. (Foto: Shutterstock)

Pemerintah Turunkan PPh Hunian Senilai Rp30 Miliar

Properti investasi properti pajak barang mewah
Ilham wibowo • 25 Juni 2019 20:33
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah memangkas Pajak Penghasilan (PPh) atas penjualan atas properti kelompok mewah menjadi satu persen. Kebijakan ini dilakukan untuk memberikan efek berantai dalam peningkatan industri lainnya yang berkaitan.
 
"PPh pasal 22 dari lima persen menjadi satu persen khusus untuk properti baik rumah mewah maupun apartemen mewah, properti ini kan multiplier effect-nya tinggi ke sektor lain," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama ditemui di kantor pusat DJP, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019.
 
Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 92/PMK.03/2019 tentang perubahan kedua atas PMK Nomor 253/PMK.03/2008 tentang wajib pajak badan tertentu sebagai pemungut pajak penghasilan dari pembeli atas penjualan barang yang tergolong sangat mewah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara detail, PPh satu persen tersebut baru berlaku untuk barang mewah meliputi rumah beserta tanah dengan harga jual atas harga pengalihannya lebih dari Rp30 miliar, dengan luas bangunan lebih dari 400 meter persegi. Pemangkasan pajak berlaku pula untuk apartemen, kondominium, dan sejenisnya dengan harga jual atau pengalihan lebih dari Rp30 miliar dan seluas lebih dari 150 meter persegi.
 
Dampak positif dinilai bakal dirasakan dalam peningkatan kelompok penunjang properti seperti industri semen. Regulasi sudah bisa diaplikasikan sejak diteken Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 19 Juni 2019.
 
"Sekarang batas dinaikkan dampaknya sudah akan mulai sejak berlaku itu," ujarnya.
 
Hestu menuturkan pihaknya belum akan memangkas pajak untuk penjualan barang mewah lainnya meski bisa juga memberikan efek berantai. Pajak penjualan mobil mewah dengan harga jual lebih dari Rp2 miliar, kendaraan bermotor roda dua dan tiga dengan harga jual lebih dari Rp300 juta, pesawat terbang dan helikopter pribadi, serta kapal pesiar, yacht, dan sejenisnya tetap dikenakan pajak sebesar 5 persen.
 
"Kalau untuk yang lain seperti kendaraan, kapal pesiar, yacht itu tarifnya masih sama seperti yang lama 5 persen," ungkapnya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif