Pasar kondominium masih tertekan. Ilustrasi: Shutterstock
Pasar kondominium masih tertekan. Ilustrasi: Shutterstock

Insentif Properti Topang Bisnis Kondominium di Jakarta

Rizkie Fauzian • 11 Februari 2022 13:19
Jakarta: Pasar kondominium di kawasan Central Business District (CBD) Jakarta masih mengalami tekanan. Harga kondominium di CBD mengalami koreksi hingga 5,1 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
 
"Pelemahan terjadi pada submarket CBD yakni 8,7 persen. Sementara untuk harga unit baru 0,6 persen relatif lebih sedikit," kata Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat dalam laporan, dikutip Jumat, 11 Februari 2022.
 
Namun, pasar kondominium bisa bergerak positif karena kebutuhan end user dan didukung oleh promo yang diberikan oleh pengembang maupun insentif dari pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk membeli kondominium dengan berbagai promosi yang diberikan pengembang serta insentif yang diperpanjang," jelasnya.
 
Setidaknya ada 18 proyek baru, di mana 20 persen dari total proyek baru, yang menunda penyelesaian pembangunannya sampai minimal dua tahun ke depan. 
 
Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip menambahkan pergerakan pasar primer kondominium di 2021 cukup baik terutama pada segmen middle dan upper middle. 
 
"Tahun ini menjadi saat yang tepat untuk pemulihan performa sektor kondominium dengan adanya berbagai insentif dari pengembang dan pemerintah. Penjualan kondominium di proyek yang sudah jadi ataupun baru banyak terjadi di segmen middle," ujar Willson.
 
Pada semester II-2021, Knight Frank Indonesia mencatat bahwa pasokan kondominium bertambah menjadi 225.563 unit, dengan masuknya 6 proyek baru. 
 
Sementara itu, tingkat penjualan di angka 95,6 persen, dengan kumulasi penjualan 0,2 persen dari tahun sebelumnya. Secara umum, rerata harga jual turun 5,1 persen dari 2020. 
 
Lalu, stok baru yang masuk di sepanjang tahun 2021 mencapai 3.852 unit dan rerata penjualan stok baru mencapai 65,4 persen atau naik 3 persen dari semester sebelumnya.
 
Pasar kondominium terus bergerak positif dari kebutuhan end-user yang juga didukung oleh promo pengembang dan insentif pemerintah yang berlanjut. Walaupun demikian, pergerakan performa kondominium di tengah pandemi tidak sebaik performa rumah tapak.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif