Prospek rumah di kawasan Cinere dan Pancoran Mas. Ilustrasi: Shutterstock
Prospek rumah di kawasan Cinere dan Pancoran Mas. Ilustrasi: Shutterstock

Melirik Potensi Bisnis Properti di Pancoran Mas dan Cinere

Rizkie Fauzian • 09 Agustus 2022 18:54
Jakarta: Pembangunan infrastruktur yang pesat membuka kesempatan dan peluang bagi para pengembang properti untuk membagun proyeknya di koridor selatan Jakarta. Indeks harga mencatat kenaikan yang konsisten di beberapa wilayah di selatan Jakarta.
 
Rumah.com Indonesia Property Market Report kuartal I-2022 mencatat, Kota Depok mengalami kenaikan baik pada indeks harga, suplai, maupun permintaan dibandingkan kota-kota lain di Jabodetabek. 
 
Misalnya, area Pancoran Mas mencatat kenaikan harga properti tertinggi di Kota Depok. Kenaikan harga di Pancoran Mas tampaknya didorong oleh keberadaan gerbang tol tepat di dalam area kecamatan dan dua akses jalan tol, yaitu Depok-Antasari dan Cimanggis-Cinere.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Country Manager Rumah.com Marine Novita  menjelaskan bahwa akses yang lebih dekat dengan pusat kegiatan Kota Depok di Margonda Raya juga menguntungkan pemilik hunian di area Pancoran Mas sehingga terjadi kenaikan permintaan secara kuartalan. 
 
"Permintaan rumah di area Pancoran Mas menjadi tertinggi keenam di Kota Depok yaitu sebesar 8,78 persen dari keseluruhan total permintaan," jelasnya dalam laporan dikutip Selasa, 9 Agustus 2022.
 
Baca juga: Dari Sawangan hingga Citayam, Ini Prospek Hunian yang Bisa Dilirik Pekerja SCBD

Indeks harga properti di area Pancoran Mas tercatat naik sebesar 5,1 persen, indeks suplai naik sebesar 6 persen sementara indeks permintaan naik drastis 20 persen dengan median harga per meter persegi tercatat sebesar Rp9,7 juta.
 
Sedangkan area Cinere mencatat median harga tertinggi di Kota Depok yaitu sebesar Rp13,2 juta per meter persegi. Hal ini disebabkan oleh dilintasi jalan tol Depok-Antasari dan tol Cinere-Jagorawi serta berbatasan langsung dengan Jakarta Selatan.
 
"Kawasan Cinere tetap memiliki potensi yang patut diperhitungkan konsumen sehingga permintaan area Cinere masih tinggi. Permintaan rumah di area Cinere menjadi tertinggi kelima di Kota Depok yaitu sebesar 9,13 persen dari keseluruhan total permintaan,” kata Marine.
 
Penurunan indeks harga bisa menjadi peluang untuk mendapatkan hunian dengan harga yang lebih terjangkau. Tren ini sudah berlangsung selama enam bulan terakhir. 
 
Indeks harga properti di Cinere tercatat turun tipis 0,4 persen, indeks suplai naik sebesar 4,1 persen sementara indeks permintaan naik 5,2 persen. Median harga per meter persegi tercatat sebesar Rp13,2 juta.
 
Properti residensial di wilayah sekitar Depok bisa menjadi kawasan hunian idaman yang bisa dibeli tahun ini di mana secara umum situasinya adalah ‘buyer’s market’, karena didukung berbagai stimulus dari pemerintah.
 
"Apalagi pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 50 persen akan segera berakhir pada September 2022 ini," ujarnya.

 
(KIE)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif