Tungku Sanira digunakan untuk penanganan residu sampah. Foto: Kementerian PUPR
Tungku Sanira digunakan untuk penanganan residu sampah. Foto: Kementerian PUPR

Tungku Sanira, Pengelolaan Sampah yang Ramah Lingkungan

Properti infrastruktur permukiman pengelolaan sampah Berita Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 28 Maret 2020 11:26
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengembangkan teknologi ramah lingkungan untuk mengatasi permasalahan sampah karena volumenya semakin tinggi, khususnya di kawasan perkotaan.
 
Teknologi pembakaran sampah ramah lingkungan yakni Tungku Sanira (sampah nir racun) dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman (Puskim).
 
Tungku Sanira digunakan untuk penanganan residu sampah, yang dapat diterapkan pada industri/pabrik, pertokoan, pasar, dan lingkungan permukiman. Dengan penanganan ini dapat mengurangi sampah hingga 80-98 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, tergantung komposisi dan derajat recovery sampah. Dengan demikian sistem pembakaran sampah ini dapat mengurangi sampah yang ditimbun di TPA sampah.
 
Pembakaran Tungku Sanira terdiri dari dua tahap yaitu pembakaran sampah di dalam ruang bakar dan pembakaran gas atau asap di dalam jaringan pipa ruang bakar.
 
Proses pengurangan sampah dengan sistem pembakaran Tungku Sanira tidak membutuhkan bahan bakar minyak maupun gas tetapi cukup dengan memanfaatkan sampah organik dan anorganik kering sebagai bahan bakarnya, seperti ranting, kertas, dan sebagainya.
 
Saat proses menyalakan api memerlukan oksigen dengan menggunakan blower. Tenaga listrik yang dibutuhkan sebesar 1.000 watt digunakan untuk mesin blower, pompa air, pompa sprayer.
 
Jenis sampah yang dapat dibakar dalam Tungku Sanira berupa residu sampah yang kadar airnya kurang dari 40 persen, baik sampah organik dan anorganik kecuali logam, kaca dan bahan lain yang tidak dapat terbakar.
 
Kapasitas bakar Tungku sebesar 1 - 2 m3/jam dengan luas area minimal yang dibutuhkan 5 meter x 5 meter atau 25 meter persegi. Suhu pembakaran dapat mencapai 800 derajat celcius.
 
Kendati dapat dioperasional sebagai pengolah sampah mandiri, teknologi ini akan lebih efektif apabila diintegrasikan dengan pengolahan sampah lain, seperti pengolahan sampah dengan menerapkan konsep 3R (reduce, reuse, recycle) melalui pengomposan, daur ulang sampah dan manajemen bank sampah.
 
Bahkan jika dioperasikan secara terus menerus 24 jam, Tungku Sanira berpotensi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik mini. Teknologi ini telah mendapat label sebagai non-toxic waste furnace atau tungku pemusnah sampah nir racun.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif