Penataan Kawasan APO Kelurahan Bhayangkara, Kota Jayapura. Foto: Kementerian PUPR
Penataan Kawasan APO Kelurahan Bhayangkara, Kota Jayapura. Foto: Kementerian PUPR

Penataan Kawasan Kumuh Jayapura Habiskan Dana Rp14 Miliar

Rizkie Fauzian • 05 Maret 2022 18:38
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya melakukan penataan kawasan kumuh guna mencapai target untuk mengurangi kawasan kumuh hingga 0 persen. 
 
Salah satunya adalah penataan Kawasan APO Kelurahan Bhayangkara, Kota Jayapura yang dilakukan melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) pada TA 2019-2020.  Pekerjaan penataan kawasan kumuh ini dilaksanakan pada 2019-2020 dengan anggaran Rp14 miliar.
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Program Kokatu merupakan wujud kolaborasi antara Kementerian PUPR dan Pemda dalam mendorong dan memberdayakan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya," jelasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 5 Maret 2022.
 
Penataan Kawasan APO mencakup tiga lokasi yakni RT 005-RW004, RT007-RW004 dan RT004-RW004 khususnya daerah yang dikenal dengan sebutan Kali APO yang menjadi pusat permukiman kumuh.
 
Pekerjaan penataan ini meliputi pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH), Ruang Terbuka Publik (RTP), dan Ruang Terbuka Anak (RTA) masing-masing seluas 100 meter persegi.
 
Talud sepanjang 260 meter, lima unit fire hydrant, 3.000 meter instalasi air bersih, 520 meter jalan paving, dua unit IPAL komunal, empat unti jembatan, 10 unit lampu jalan, 10 unit tempat sampah dan satu unit motor sampah.
 
Sebelumnya kawasan ini merupakan kawasan kumuh yang terdiri dari hunian dan warung yang berdiri di atas lahan pemerintah. Kawasan ini tampak kumuh dengan arah posisi rumah tidak teratur, akses jalan sempit, sanitasi dan air minum yang tidak memenuhi syarat. 
 
Di samping itu, acap kali limbah rumah tangga dibuang langsung ke Kali APO 45 sehingga berpotensi mencemarkan aliran sungai.
 
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Papua, Cornelis Sagrim mengatakan, program Kotaku dilaksanakan dengan metode kerja skala lingkungan (secara swakelola oleh masyarakat/BKM) dan skala kawasan. 
 
"Komponen kegiatannya meliputi pengembangan kelembagaan, strategi dan kebijakan, pengembangan kapasitas masyarakat dan Pemerintah Daerah, serta pendanaan investasi infrastruktur permukiman dan pelayanan di perkotaan," ungkapnya. 
 
Salah satu warga yang juga Ketua RT 008 RW 004 Kelurahan Bhayangkara Klemens C. L. Misro mengucapkan terima kasih atas penataan kawasan yang dilakukan Kementerian PUPR. 
 
"Kalau bisa penataan ini juga dilakukan di kawasan kumuh lain," ujarnya. 
 
Salah satu warga RT 008 RW 004 Dorce Sampe mengapresiasi penataan ini. Semula jalan di sini tidak layak, berkat penataan ini akhirnya kami memiliki jalan yang baik dan bisa dilalui dengan mudah.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif