Aturan beli rumah tanpa DP bakal mempengaruhi permintaan. Ilustrasi: Shutterstock
Aturan beli rumah tanpa DP bakal mempengaruhi permintaan. Ilustrasi: Shutterstock

Aturan Beli Rumah Tanpa DP Bakal Pengaruhi Permintaan

Properti investasi properti perumahan bisnis properti Properti milenial Investasi Rumah
Antara • 23 Februari 2021 16:31
Jakarta: Pemerintah melonggarkan aturan uang muka atau Down Payment (DP) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi nol persen. Kebijakan tersebut dinilai memengaruhi permintaan rumah.
 
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menilai kebijakan tersebut kemungkinan bisa memengaruhi permintaan rumah di sejumlah wilayah yakni Sumatra, Jawa, dan kawasan Jabodetabek (Jakarta).
 
"Sekarang ini demand perumahan 70 persen ada di Jawa, Sumatra, dan Kawasan Jabodetabek (Jakarta). Jadi konsentrasi pasar perumahan ada di wilayah-wilayah tersebut," ujar Aviliani dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa, 23 Februari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena itu, untuk wilayah-wilayah di luar Jawa, Sumatra dan Jabodetabek kepadatan populasinya cenderung rendah sehingga pasar untuk perumahannya kemungkinan kurang begitu terdampak dengan adanya DP nol persen ini.
 
"Jadi kalau kita melihat di daerah-daerah itu biasanya setiap pengembang perumahan itu sudah tahu potensi pasarnya seperti apa, dan ketika mereka melakukan pembangunan itu modelnya seperti apa," kata Aviliani.
 
Dalam kesempatan sama, peneliti ekonomi Indef Riza Annisa Pujarama mengatakan bahwa peningkatan demand rumah dengan adanya kebijakan DP nol persen tentunya akan dipengaruhi oleh pendapatan itu sendiri. Jadi bagaimana tingkat pendapatan di daerah tersebut terutama daerah dengan pendapatan yang stabil di masa covid-19.
 
Kemungkinan terjadinya peningkatan demand rumah di beberapa daerah bisa terjadi karena selain dipengaruhi tingkat kepadatan penduduk juga pendapatan mereka juga mendukung untuk melakukan pembelian rumah.
 
"Ini juga bisa dilihat apakah akan terjadi peningkatan demand atau tidak melalui indeks harga properti residensial (IHPR) di mana ketika indeks ini meningkat berarti ada kenaikan permintaan terhadap rumah," ujar Riza.
 
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif