Pembangunan rumah murah di seluruh Indonesia. dok. Kementerian PUPR
Pembangunan rumah murah di seluruh Indonesia. dok. Kementerian PUPR

Pengembang Minta Kuota Rumah Subsidi Ditambah

Properti investasi properti perumahan sejuta rumah Berita Kementerian PUPR
Antara • 15 Januari 2020 10:45
Kupang: Pemerintah menaikkan anggaran penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2020 senilai Rp11 triliun. Dengan dana tersebut maka rumah subsidi yang bisa dibangun melalui program FLPP pada 2020 mencapai 102.500 unit.
 
Namun, beberapa pihak menganggap kuota FLPP tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan rumah. Hal tersebut diperkirakan akan memengaruhi skema penjualan rumah subsidi.
 
"Mengingat kuotanya makin sedikit maka ada kemungkinan ada perubahan skema penjualan rumah bersubsidi yang tidak hanya berlaku di NTT tetapi juga di seluruh Indonesia," kata Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Nusa Tenggara Timur Bobby Pitoby.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini disampaikannya berkaitan dengan hasil pertemuan antara sejumlah ketua DPD REI se-Indonesia dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Jakarta dalam pembahasan soal penambahan kuota rumah FLPP di 2020.
 
"Saat ini pemerintah memberikan subsidi suku bunga lima persen, mungkin bisa naik menjadi tujuh persen dan lama subsidi mungkin hanya bisa dibiayai dalam jangka waktu 10 tahun, tidak lagi 20 tahun," jelasnya.
 
Dia menjelaskan, bahwa perubahan skema itu dilakukan karena pihaknya meminta dilakukan penambahan anggaran untuk rumah bersubsidi di Indonesia. Semula dananya Rp11 triliun menjadi Rp18 triliun dengan jumlah rumah mencapai 160 ribu unit.
 
"Kami tawarkan ke Wapres jika ada penambahan anggaran kuota kami juga berikan tawaran berupa perumahan skema penjualan rumah bersubsidi," ujarnya.
 
Dengan adanya skema tersebut nantinya pembagian kuota perumahan tidak lagi dilakukan per wilayah, tetapi justru dibagikan ke setiap bank yang selama ini mengatur soal penjualan rumah bersubsidi.
 
"Saat ini ada enam bank yang berpartisipasi dalam penyaluran rumah FLPP di NTT ini, tetapi yang jalan hanya beberapa bank saja seperti Bank NTT dan Bank BTN," ujar dia.
 
Untuk Bank NTT, saat ini jumlahnya mencapai 500 unit rumah FLPP. Ia juga mengaku sudah meminta agar ditingkatkan lagi jumlah tersebut. Namun penambahan itu hanya akan dilakukan jika penyerapan perumahan itu banyak.
 
"Ya kalau kita ingin menambahkan kuota yang ada di Bank NTT maka kembali lagi ke proses penyerapan rumah bersubsidi di NTT, Kalau penyerapannya cepat maka akan ditambahkan," ungkapnya.

 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif