Ekspat kini pilih ngontrak di perumahan
Apartemen kelas menengah merupakan pilihan hunian bagi para WNA pekerja. Antara Foto/Indrianto
Jakarta: Kehadiran para pekerja asing menambah pasar hunian baru di Jakarta dan kawasan industri. Meski sepanjang tahun ini permintaan untuk sewa perumahan dari kalangan ekspatriat ini belum menunjukkan kenaikan.

"Semester I belum ada perubahan besar,"  ujar Senior Asscociate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto di World Trade Center, Jakarta, Rabu (4/7/2018).


"Artinya memang permintaan belum tinggi karena banyak kontrak kerja yang berakhir dan proyek-proyek berskala besar juga sedikit," sambungnya.

Saat ini, para pekerja asing lebih memilih menyewa hunian di dalam komplek perumahan atau cluster dibandingkan dengan hunian yang berdiri tunggal. Alasannya tentu karena keamanan tinggal di dalam komplek lebih terjamin.

Namun khusus ekspatriat asal Tiongkok sedikit, ada yang unik. Walau jumlah pekerjanya lebih banyak, namun dana yang dikeluarkan untuk hunian malah jauh lebih terbatas.

"Banyak ekspat dari Tiongkok, tapi mereka budgetnya terbatas. Maka dengan alasan tersebut, mereka bisa berbagi tempat tinggal dengan yang lainnya," jelasnya.

Hasil survei Colliers menyatakan para ekspatriat muda dari India, Singapura dan Tiongkok meningkat. Rata-rata dana yang dikeluarkan untuk hunian berkisar USD 1.500 per bulan.

Pemilihan lokasi sewa rumah para ekspatriat dipengaruhi status. Ekspatriat yang berasal dari Eropa dan Amerika Utara cenderung memilih lokasi yang memiliki fasilitas lengkap seperti sekolah, rumah sakit, hingga pusat perbelanjaan.

"Kawasan Jakarta Selatan masih menjadi favorit para ekspatriat. Fokusnya masih di selatan seperti Menteng, Kuningan," jelasnya.

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id