Pengembang properti minta keringanan pajak. Foto: Shutterstock
Pengembang properti minta keringanan pajak. Foto: Shutterstock

Bangkitkan Sektor Properti, Pengembang Minta Keringanan Pajak

Properti investasi properti perumahan bisnis properti Properti milenial Investasi Rumah
Rizkie Fauzian • 17 September 2020 20:11
Jakarta: Sektor properti dinilai mampu menjadi penggerak perekonomian nasional, termasuk di tengah pandemi covid-19. Karena itu, pemerintah perlu memberi perhatian lebih serius kepada sektor yang menyerap lebih dari 30 juta tenaga kerja tersebut.
 
"Peran strategis sektor real estate di antaranya meningkatkan pertumbuhan 174 industri terkait. Lalu, jumlah pekerja langsung dan tidak langsung yang diserap sektor real estat mencapai sekitar 30,34 juta orang," ujar Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida dalam diskusi virtual, Kamis, 17 September 2020.
 
Namun, jelas dia, di tengah pandemi saat ini sejumlah sub sektor properti terpukul. Misal, rumah komersial turun berkisar 50-80 persen dan perkantoran turun 74,6 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hanya segmen rumah subsidi yang masih bertahan saat masa pandemi. Konsumen masih antusias (terutama di daerah)," kata Totok.
 
Karena itu, tegas dia, REI mengusulkan sejumlah masukan kepada pemerintah guna membangkitkan sektor properti. Usulan itu di antaranya adalah penurunan tarif PPh Final Sewa Tanah & Bangunan sebesar 10 persen menjadi lima persen selama masa pandemi atau untuk jangka waktu antara 12-18 bulan.
 
Lalu, penurunan tarif PPh Final Jual Beli Tanah & Bangunan sebesar 2,5 persen menjadi satu persen selama masa pandemi atau untuk jangka waktu antara 12-18 bulan. Kemudian penurunan tarif PPN sebesar 10 persen menjadi lima persen selama masa pandemi atau untuk jangka waktu antara 12-18 bulan.
 
Serta perlu diberi kelonggaran waktu pembayaran PPh Final Sewa dan Jual Beli Tanah dan Bangunan, serta PPN selama masa pandemi atau sampai dengan 9-12 bulan dari batas maksimal pembayaran pajak.
 
"Selain itu, pembelian properti, baik perorangan maupun badan usaha yang sumber dananya belum tercatat dalam SPT dikenakan pajak sebesar lima persen. Dan selanjutnya dapat dimasukkan ke dalam SPT untuk pelaporan pajak tahun berikutnya," ungkap Totok.
 
Di tengah itu semua, sejumlah kalangan menilai bahwa kebangkitan sektor properti pada masa new normal terus diupayakan dengan berbagai stimulus dan bantuan pemerintah.
 
Situasi pandemi covid-19 yang menghantam semua sektor termasuk perumahan memerlukan dukungan semua pihak termasuk juga perbankan.
 
Kemitraan strategis perbankan khususnnya fokus di sektor properti dengan asosiasi pengembang termasuk REI dan Apersi menjadi salah satu cara untuk membangkitkan lagi industri properti di tengah pandemi.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif