Ciri ulasan hotel palsu yang perlu diwaspadai. Foto: Freepik
Ciri ulasan hotel palsu yang perlu diwaspadai. Foto: Freepik

Ciri Ulasan Hotel Palsu yang Kerap Mengecoh Pelanggan

Rizkie Fauzian • 02 Januari 2026 17:59
Jakarta: Ulasan pelanggan menjadi salah satu pertimbangan utama bagi wisatawan sebelum memesan hotel. Namun, di balik kemudahan akses informasi tersebut, muncul pula praktik ulasan palsu yang sengaja dibuat untuk menarik minat calon tamu.
 
Jika tidak cermat, pelanggan berisiko kecewa karena kondisi hotel tidak sesuai dengan ekspektasi. Ulasan hotel palsu umumnya dibuat untuk meningkatkan citra properti secara instan. Oleh karena itu, calon pelanggan perlu memahami pola dan ciri-ciri ulasan yang patut dicurigai.

Ciri ulasan hotel palsu yang perlu diwaspadai

Ciri Ulasan Hotel Palsu yang Kerap Mengecoh Pelanggan

1. Bahasa ulasan terlalu sempurna

Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah penggunaan bahasa yang terlalu mulus dan terdengar seperti iklan. Ulasan semacam ini biasanya dipenuhi pujian tanpa detail pengalaman nyata, seperti kondisi kamar, kebersihan, atau pelayanan staf.

2. Minim detail pengalaman menginap

Ulasan asli biasanya memuat cerita singkat tentang pengalaman tamu selama menginap. Sebaliknya, ulasan palsu cenderung bersifat umum dan tidak menjelaskan aspek spesifik, seperti lokasi hotel, fasilitas yang digunakan, atau situasi saat check-in.

3. Akun pengulas kurang Mmeyakinkan

Profil penulis ulasan juga perlu diperhatikan. Akun yang baru dibuat, minim aktivitas, atau hanya memiliki satu dua ulasan positif sering kali menjadi indikasi ulasan tidak autentik.
   

4. Pola waktu unggahan yang tidak wajar

Lonjakan ulasan positif dalam waktu singkat juga patut diwaspadai. Jika banyak ulasan muncul hampir bersamaan dengan gaya bahasa serupa, kemungkinan besar ulasan tersebut dibuat secara terorganisir.

5. Tidak menyebut kekurangan sama sekali

Ulasan yang sepenuhnya positif tanpa sedikit pun kritik bisa menjadi tanda kejanggalan. Pengalaman menginap yang jujur biasanya tetap menyebutkan kekurangan kecil, meski secara keseluruhan puas.

6. Tidak selaras dengan foto asli tamu

Ketidaksesuaian antara ulasan dan foto unggahan tamu lain juga dapat menjadi indikator ulasan palsu. Foto dari pengunjung biasanya lebih objektif dan menggambarkan kondisi hotel yang sebenarnya.

7. Ajakan langsung untuk memesan

Beberapa ulasan palsu secara terang-terangan mengajak calon tamu untuk segera memesan kamar. Kalimat ajakan semacam ini lebih menyerupai promosi ketimbang pengalaman pribadi.
 
Dengan memahami ciri-ciri tersebut, calon tamu diharapkan lebih cermat dalam menyaring ulasan sebelum memesan hotel. Membaca ulasan dari berbagai sumber dan memperhatikan detail pengalaman pengguna lain dapat membantu menghindari kekecewaan saat berlibur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan