NEWSTICKER
Pemerintah diminta berikan subsidi bagi golongan menengah. Foto: Shutterstock
Pemerintah diminta berikan subsidi bagi golongan menengah. Foto: Shutterstock

Kelas Menengah Juga Butuh Subsidi Rumah

Properti investasi properti bisnis properti Investasi Rumah
Rizkie Fauzian • 13 Maret 2020 19:42
Jakarta: Kondisi pasar properti kembali tertekan seiring dengan perlambatan ekonomi yang terjadi di Tanah Air. Pemerintah mengeluarkan berbagai insentif untuk mendorong perekonomian dan menopang sektor lainnya, termasuk properti.
 
Menurut CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, peran aktif dan cepat dari pemerintah sangat diharapkan. Sebagai lokomotif ekonomi nasional, bisnis properti yang memengaruhi ratusan industri harus dapat diselamatkan.
 
Stimulus penambahan subsidi sebesar Rp1,5 triliun sudah disetujui pemerintah untuk membantu agar golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat memiliki rumah sekaligus untuk menambah kuota subsidi yang diperkirakan habis April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan tambahan tersebut paling tidak sebanyak 330 ribu unit rumah subsidi program FLPP dapat terserap. Jumlah ini relatif sudah mencukupi meskipun kemungkinan terjadi penambahan permintaan," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat, 13 Maret 2020.
 
Ali menambahkan, ternyata selain MBR dengan penghasilan sampai Rp4,5 juta per bulan, golongan masyarakat menengah ‘tanggung’ dengan penghasilan Rp4,5 juta-Rp7,5 juta per bulan juga sangat besar namun belum mampu memiliki rumah.
 
"Golongan ini yang harusnya juga menjadi perhatian pemerintah untuk diberikan subsidi meskipun mungkin tidak sebesar yang diberikan untuk golongan MBR," jelasnya.
 
Menurutnya, apakah mungkin pemerintah menggelontorkan subsidi lagi? Melihat anggaran subsidi pemerintah 2020 diperlihatkan subsidi terbesar diberikan ke sektor migas sebanyak Rp75,3 triliun sedangkan di sektor perumahan hanya Rp4,6 triliun (di luar program FLPP).
 
Hal ini mengingat masih sangat kecil dan sangat mungkin untuk dialihkan ke sektor perumahan yang akan menggerakkan sektor riil terhadap ratusan industri terkait.
 
“Anggaran subsidi harus segera diberikan untuk golongan menengah ini, karena mereka bukan tidak mempunyai daya beli melainkan dengan harga properti yang semakin tinggi sehingga perlu adanya insentif agar mereka dapat merealisasikan pembeliannya pada tahun ini," jelas dia.
 
Subsidi ini hanya bersifat sementara untuk memberikan dorongan realisasi pembelian properti pada tahun ini. Bisa dengan subsidi bunga dari pemerintah, pengurangan pajak, atau instrumen lainnya,” kata Ali.
 
Pilkada Serentak
 
Sementara itu peluang naiknya pasar perumahan dan properti diperkirakan akan sedikit terbantu dengan adanya Pilkada serentak di akhir 2020. Umumnya dalam proses Pilkada jumlah uang beredar akan naik dan juga dampak terhadap daya beli masyarakat relatif tumbuh. Meskipun tidak sepenuhnya diharapkan dapat masuk ke sektor perumahan dan properti, namun sedikit banyak dampaknya pasti akan membantu pergerakan sektor perumahan dan properti.
 
Dengan melihat semua tantangan dan peluang yang mungkin muncul sepanjang 2020, Indonesia Property Watch memperkirakan pasar perumahan dan properti masih harus sabar menunggu tren normal dalam sementara waktu. Paling tidak bisnis properti masih harus menambah cuti panjangnya selama satu semester ke depan.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif