Perubahan ini sejalan dengan temuan Indonesia Millennial–Gen Z Report 2025 yang mencatat bahwa keamanan masih menjadi pertimbangan utama dalam memilih hunian. Selain itu, akses terhadap fasilitas publik, kualitas lingkungan, serta ketersediaan infrastruktur juga menjadi faktor yang semakin diperhitungkan oleh generasi produktif.
Kawasan penyangga Jakarta, seperti Sentul di Kabupaten Bogor, menjadi salah satu wilayah yang kerap dilirik karena menawarkan lingkungan yang relatif lebih hijau dengan akses ke ibu kota yang terus berkembang. Infrastruktur transportasi dan fasilitas publik di kawasan ini dinilai berperan dalam mendorong minat masyarakat untuk menetap di luar pusat kota.
Sejumlah pengembang properti di kawasan Sentul City mengusung konsep hunian terintegrasi atau mixed-use, yang menggabungkan area tempat tinggal dengan fasilitas pendukung aktivitas harian, salah satunya Opus Park.
Opus Park menghadirkan konsep one-stop living destination menggabungkan udara pegunungan dengan Air Quality Index (AQI) umumnya 0–50, teknologi hunian berstandar Jepang, serta Sky Bridge terbesar dan tertinggi di Indonesia yang menyatukan tiga menara apartemen dalam satu ekosistem gaya hidup modern.
“Kami rancang sebagai one-stop living destination yang menghadirkan konektivitas modern, teknologi dan berstandar Jepang, serta suasana hijau yang menenangkan," kata Direktur Utama Opus Park Hiramsyah S. Thaib dalam keterangan tertulis, Kamis, 26 Desember 2025.
Selain faktor akses dan fasilitas, kualitas lingkungan juga menjadi perhatian. Kawasan Sentul dikenal memiliki kontur pegunungan dengan kondisi udara yang relatif lebih bersih dibandingkan pusat kota Jakarta.
Bagi sebagian masyarakat, kondisi ini menjadi nilai tambah, terutama di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan dan keseimbangan hidup.
Di sisi lain, tren hunian juga mulai mengarah pada pemanfaatan teknologi, baik untuk sistem keamanan maupun pengelolaan unit tempat tinggal. Penggunaan teknologi pintar di lingkungan hunian dinilai dapat membantu penghuni dalam mengatur aktivitas rumah tangga secara lebih praktis, terutama bagi mereka dengan mobilitas tinggi.
"Opus Park menerapkan standar Japan Quality dan Japan Technology melalui desain presisi, sistem smart home berbasis IoT, dan fitur keamanan digital," jelas dia.
Pengamat properti menilai, pada awal tahun, minat terhadap hunian umumnya meningkat seiring dengan kebiasaan masyarakat menyusun rencana dan resolusi baru. Namun demikian, keputusan memilih tempat tinggal tetap dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebutuhan jangka panjang, kondisi finansial, hingga kecocokan lingkungan dengan gaya hidup penghuni.
Dengan beragam pilihan kawasan dan konsep hunian yang tersedia, masyarakat diharapkan semakin selektif dan rasional dalam menentukan tempat tinggal, tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga aspek keberlanjutan dan kualitas hidup ke depan.
Sebagai bagian dari pengalaman tinggal, Opus Park juga menghadirkan Sky Bridge terbesar dan tertinggi di Indonesia, yang tidak hanya menjadi ikon desain tetapi juga menghadirkan ruang komunal eksklusif bagi penghuni dengan panorama pegunungan dari ketinggian 270 mdpl.
Di dalam kawasan, penghuni akan dapat menikmati fasilitas lengkap seperti gym, spa, kolam renang, co-working space berkecepatan tinggi, area bermain anak, dan ruang terbuka hijau yang nyaman untuk berolahraga maupun bersantai. Tak hanya itu, Sentul
City juga tengah mengembangkan BIOTOWN, sebuah rencana Kota Kesehatan terpadu yang akan memadukan layanan kesehatan, edukasi, riset biomedis, dan pusat inovasi dalam satu ekosistem modern.
Kehadiran BIOTOWN di masa depan akan semakin memperkuat Sentul City sebagai kawasan hunian yang mendukung gaya hidup sehat, produktif, dan berorientasi pada kualitas hidup jangka panjang.
Dengan kemudahan akses ke berbagai fasilitas tersebut, penghuni dapat menyelesaikan pekerjaan, berolahraga, memenuhi kebutuhan harian, hingga menikmati waktu santai tanpa harus berpindah lokasi, menciptakan rutinitas yang lebih efisien dan seimbang.
Opus Park juga dirancang sesuai standar Green Building Council Indonesia (GBCI Gold Design Recognition), dengan penggunaan material ramah lingkungan, jalur pedestrian yang nyaman, area parkir sepeda dengan shower, serta sistem pengelolaan energi yang efisien.
Progres konstruksi berjalan sesuai rencana, calon penghuni kini dapat mulai mempertimbangkan nilai dan potensi hunian ini sebagai bagian dari perjalanan jangka panjang mereka. Ada juga skema Nomor Urut Pemesanan (NUP) 100 persen refundable, memberikan fleksibilitas bagi calon pembeli tanpa risiko finansial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News