Sepasang suami-istri mengamati maket rusunami TOD terintegrasi Stasiun Jurang Mangu, Tangerang. dok. Kementerian PUPR
Sepasang suami-istri mengamati maket rusunami TOD terintegrasi Stasiun Jurang Mangu, Tangerang. dok. Kementerian PUPR

Tak Hanya Hunian, TOD Juga Urai Kemacetan Jabodetabek

Properti rusun transit oriented development
Rizkie Fauzian • 05 Februari 2019 08:10
Jakarta: Pembangunan rusunami dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan lalu lintas di wilayah Jabodetabek. Sistem transportasi terpadu juga mendukung pengembangan kawasan metropolitan Jabodetabek yang lebih tertata dan memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa tinggal dekat dengan tempatnya bekerja.
 
"Sebenarnya tidak hanya pada integrasi transportasi. Nanti arahnya juga ke pengembangan kota sekaligus untuk pengurangan kawasan kumuh. Saat ini sedang dirumuskan oleh Bappenas, mulai dari rencana transportasinya, hingga pembangunan rumah susun berkonsep TOD," kata Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulisnya.
 
Kementerian PUPR bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah memulai pembangunan proyek Rusunami TOD sejak April 2017 di Tanjung Barat dan Depok yang diperuntukan bagi MBR dan Non MBR. Animo masyarakat untuk tinggal di hunian vertikal tersebut juga tinggi, sehingga diluncurkan proyek TOD lainnya yakni di TOD Juanda, Tanah Abang, Rawa Buntu, Jurang Mangu dan Cisauk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak Hanya Hunian, TOD Juga Urai Kemacetan Jabodetabek
dok. Kementerian PUPR
 
"Konsep hunian TOD diharapkan mampu meningkatkan pasokan rumah khususnya di perkotaan dengan harga yang relatif terjangkau dan dekat dengan moda transportasi publik. Disamping mengurai kemacetan akan mengurangi kekumuhan, ke depannya pembangunan hunian TOD dimungkinkan tidak hanya di stasiun, tetapi juga di kawasan permukiman yang terintergrasi dengan moda transportasi," jelasnya.
 
Selain itu, upaya lain yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi kemacetan Jabodetabek adalah menyelesaikan sejumlah infrastruktur untuk mendukung transportasi massal seperti MRT (Moda Raya Terpadu) Ratangga, LRT (Light Rapid Transportation) dan Jalan Tol.
 

(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif