Rp 7,82 T untuk Perumahan MBR 2019
Rumah susun di Lere, Palu, rusak parah terdampak gempa pada 28 September 2018. Rusun ini ditinggali puluhan KK yang sekarang berada di pengungsian. Antara Foto/M Hamzah
Jakarta: Pemerintah menganggarkan Rp 7,82 triliun dalam RAPBN 2019 pengadaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Penggunaannya untuk pembangunan rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya, bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) rumah umum dan manajemen/perencanaan bidang perumahan.

"Pagu anggaran untuk 2019 Rp 7,82 triliun," ujar Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi dalam paparan Rencana Program Penyediaan Tahun Anggaran 2019 Ditjen Penyediaan Perumahan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (29/10/2018).


Sebesar Rp 2,621 triliun di antaranya untuk pembangunan 6.873 unit rumah susun. Selanjutnya Rp 551,25 miliar untuk membangun 2.130 unit rumah khusus, Rp 123,8 miliar untuk bantuan PSU bagi 13 ribu unit rumah subsidi dan Rp 4,287 triliun dialokasikan sebagai dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah 206 ribu unit rumah.

"Untuk alokasi untuk manajemen atau perencanaan bidang perumahan seperti belanja pegawai, dan belanja operasional sebesar Rp 236,25 miliar," sambung Khalawi.



Khusus program rumah swadaya, targetnya membangun  206 ribu unit. Prioritas pengadaannya 40 ribu unit untuk pemerintah daerah, 106 ribu unit untuk aspirasi anggota dewan, 16 ribu unit untuk diskresi presiden dan kementerian/lembaga lain, BNPP 5.917 unit dan 1.173 unit untuk pengembangan Jabarsel Menko Maritim, 22 ribu unit untuk KPPN, 9.020 untuk KSP Papua dan Papua Barat dan 5.051 unit untuk KSPN.

Sedangkan untuk target 6.873 unit rusun. Pembagiannya 3.162 unit rusunawa MBR, 1.135 unit rusunawa pekerja, 1.226 unit rusunawa lembaga pendidikan berasrama dan 1.350 unit rusunawa perguruan Tinggi.

Pengadaan rumah khsusus ditargetkan 2.130 unit. Pembagiannuya 1.247 unit Rusus untuk nelayan, 470 unit rusus daerah tertinggal dan pulau terluar, 225 unit rusus kawasan perbatasan dan 188 unit rusus untuk masyaraat terdampak program pemerintah.

Adapun target bantuan PSU 13.000 unit rumah subsidi akan disebar di pulau Sumatera 3.037 unit, Kalimantan 1.998 unit, Sulawesi 2.182 unit, Papua 445 unit, Bali dan Nusa Tenggara 413 unit dan 4.889 unit di Pulau Jawa.

"Kami juga mengalokasikan anggaran untuk Program Padat Karya Tunai untuk pembangunan rumah khusus dan rumah swadaya sebesar Rp 4,78 triliun. Anggaran tersebut terdiri dari belanja upah Rp 385,34 miliar dan diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 208.630 orang," katanya



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id