Tanah untuk jalur kereta api Makassar-Parepare. Foto: Kementerian ATR
Tanah untuk jalur kereta api Makassar-Parepare. Foto: Kementerian ATR

Pengadaan Tanah Jalur Kereta Api Makassar-Parepare Sudah 70%

Properti infrastruktur bpn pembebasan lahan pertanahan
Rizkie Fauzian • 20 Oktober 2020 12:51
Jakarta: Pengadaan tanah untuk jalur kereta api Makassar-Parepare sudah mencapai 70 persen. Jalur kereta tersebut merupakan pembangunan untuk kepentingan umum yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
 
"Kendalanya sejauh ini tidak ada tetapi memang ada sebagian masyarakat yang meminta ganti rugi. Kita akan lakukan negosiasi secara rapi dan keputusan yang adil seperti apa," kata Wakil Menteri ATR Surya Tjandra dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Oktober 2020.
 
Surya mengungkapkan juga bahwa daerah di sekitar rel kereta ini bisa dijadikan untuk proses Reforma Agraria dalam hal pemberdayaan masyarakat. Pihaknya akan melibatkan masyarakat agar bisa menjadi pengawal sosial yang membantu menjaga wilayah di sekitar rel ini agar bermanfaat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Balai Perkeretaapian WilayahJawaBagian Timur Jumardi menyampaikan rencananya pada April 2021 nanti bahwa kereta api tersebut akan mulai dioperasikan.
 
"Seperti yang kita lihat, untuk Kabupaten Barru sudah rampung semua. Jadi kita melanjutkan pembangunan rel yang akan lanjut menghubungkan ke Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Maros," ungkapnya.
 
Pembangunan jalur kereta api Makassar-Parepare merupakan pembangunan untuk kepentingan umum yang juga masuk ke dalam salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal ini membutuhkan proses pengadaan tanah yang dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan, demokratis dan adil.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif