Indonesia Minim SDM <i>Heavy Lifting Work</i>
Aktivitas pembangunan proyek jembatan Musi VI di Palembang, Selasa (20/2/2018). Penyelesaian pekerjaan infrastruktur pendukung Asian Games 2018 ini telah mencapai 60 persen. Antara Foto/Feny Selly
Jakarta:Belasan kecelakaan di berbagai proyek infrastruktur dalam satu tahun terakhir, mengungkap fakta tersendiri. Di saat pemerintah ngebut mempercepat realisasi proyek infratruktur strategis di berbagai daerah, Indonesia justru masih kekurangan sumber daya manusia vital.

“Insinyur profesional pekerjaan pengangkatan (heavy lifting) and pemasangan (erection work) di Indonesia masih sangat kurang. Bahkan kompetensi tersebut nyaris belum terdaftar di Persatuan Insinyur Indonesia (PII)," ungkap Wakil Ketua Umum PII Heru Dewanto melalui surat eletroniknya, Rabu (21/2/2018).


Tidak semua kecelakaan di proyek infrastruktur belakangan ini diakibatkan kegagalan struktur. Tetapi terutamanya kegagalan dalam proses heavy lifting and erection work yang memang mengandung risiko sangat tinggi terhadap keselamatan (safety).

Contohnya kasus terakhir adalah runtuhnya salah satu bekisting pier-head Tol Becakayu ruas Kebon Nanas, Jakarta Timur, pada Senin (19/2/2018) dini hari. Beberapa orang pekerjanya tertimpa reruntuhan struktur beton yang belakangan diketahui kondisinya belum sepenuhnya kering dan mengeras secara sempurna.
 
Prosedur heavy lifting and erection work, menuntut kelengkapan peralatan kerja, sistim dan prosedur kerja, serta SDM (operator, rigger, supervisor) yang kompeten. Tidak kalah penting pemeriksaan dan pemantauan terus menerus sejak sebelum pengangkatan dimulai sampai dengan pemasangan diselesaikan.
 

Pekerjaan proyek rel LRT Cawang-Cimanggis di ruas TMII, Jakarta Timur. AFP/Bay Ismoyo

"Ironisnya dari tujuh ribu insinyur dengan sertifikat kompetensi profesional bidang teknik sipil saat ini, keahlian khusus pekerjaan pengangkatan dan pemasangan benda berat masih sangat kurang," paparnya.

Beberapa jam setelah runtuhnya salah satu bekisting pier-head Tol Becakayu, pemerintah memutuskan menghentikan sementara seluruh pekerjaan proyek infrastruktur dengan struktur layang (elevated) terutama yang menggunakan beban berat. Pekerjaan akan dilanjutkan kembali setalah ada hasil audit menyeluruh terhadap semua aspek terlibat dalam masing-masing proyek.

Baca juga: Evaluasi proyek infrastruktur sudah mendesak

Di dalam arahan langsungnya, Presiden Joko Widodo menekankan perlunya dilakukan evaluasi menyeluruh. Tidak kalah penting pengawasan ketat terhadap setiap detail tahap pekerjaan.

"Memang pekerjaan itu pekerjaan detil. Tidak mungkin itu diawasi sambil lalu," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/2/2018).
 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id