Salah satu rusun bagi ASN di Papua. (Foto: dok: Kementerian PUPR)
Salah satu rusun bagi ASN di Papua. (Foto: dok: Kementerian PUPR)

Topografi Ambon Cocok untuk Hunian Vertikal

Properti rusun Rusunami
Rizkie Fauzian • 14 Agustus 2019 12:49
Ambon: Topografi Kota Ambon sebagian besar terdiri atas daratan dengan sudut miring. Oleh karena itu, hunian vertikal seperti rumah susun (rusun) dianggap paling cocok dibangun di ibu kota Provinsi Maluku tersebut.
 
"Topografi Ambon yang sebagian besar daratan berada pada sudut kemiringan, cocok untuk dibangun tipe hunian vertikal seperti rumah susun," kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, di Ambon.
 
Menurut Khalawi, pembangunan rusun merupakan implementasi program pembangunan sejuta rumah, termasuk pembangunan rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Rusun yang dibangun di Ambon telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menyerupai sebuah apartemen yang representatif bagi ASN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tujuan pembangunan rumah susun yang representatif bagi ASN adalah untuk menyediakan fasilitas yang baik yang berdampak pada peningkatan kualitas kinerja ASN," katanya.
 
Selain membangun rusun bagi ASN, pihaknya juga akan membantu program pembangunan rumah kumuh di Ambon. Pihaknya akan membantu program bedah rumah pada 2019 karena itu surat permohonan bantuan segera dikirimkan Pemerintah Kota Ambon.
 
"Saya harap kepala dinas terkait sesegera mungkin mengirimkan surat permohonan dan saya akan disposisikan permohonan bantuan tersebut," katanya.
 
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengapresiasi bantuan pembangunan rusun bagi ASN. Menurutnya, topografi kota Ambon 78 persen berada pada tingkat kemiringan dengan sudut yang terbentuk rata-rata 30 derajat.
 
"Sehingga rusun yang diresmikan ini tidak membutuhkan lahan yang luas namun bisa menampung 58 unit rumah," kata Richard.
 
Dijelaskannya, pembangunan ke depan sangat tepat menggunakan pendekatan vertikal sehingga dengan keterbatasan lahan dalam wilayah Kota Ambon tidak lagi menjadi persoalan dalam penyediaan hunian bagi masyarakat.
 
"Terkait program bedah rumah, pada tahun ini Ambon memperoleh 186 rumah setelah pada tahun sebelumnya 86 rumah. Upaya ini tentu mempercepat upaya mengurangi kawasan kumuh," katanya.
 
Richard menambahkan, ke depan jika masih ada kebijakan pembanguna rumah bagi ASN, Pemkot akan siapkan lahan. Rumah susun di desa Nania kecamatan Teluk Ambon dibangun sejak 2018 oleh Kementerian PUPR diperuntukan bagi ASN kota Ambon sebanyak 58 unit yakni empat lantai dengan tipe 36.

 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif