Entaskan kawasan kumuh dengan program bedah rumah dan Kotaku. Foto: Kementerian PUPR
Entaskan kawasan kumuh dengan program bedah rumah dan Kotaku. Foto: Kementerian PUPR

Entaskan Kawasan Kumuh, 62 Rumah di Pontianak Dapat Bantuan Rp20 Juta

Rizkie Fauzian • 30 Oktober 2021 19:18
Kalimantan: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong program pengentasan kawasan kumuh di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).
 
Kedua program tersebut untuk menata lingkungan kumuh serta meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) masyarakat di Kawasan Teras Parit Nanas yang di Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak.
 
"Kami terus berupaya agar kawasan kumuh di daerah bisa ditangani dengan baik sehingga masyarakat bisa tinggal dengan aman dan nyaman," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Perumahan Kementerian PUPR M Hidayat dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hidayat menjelaskan, Kementerian PUPR selalu siap bekerjasama dengan pemerintah daerah serta mitra kerja di bidang perumahan seperti sektor swasta, Kementerian / lembaga terkait dan masyarakat untuk menata kawasan di daerah agar tidak kumuh. 
 
Apalagi di masa pandemi saat ini masyarakat membutuhkan tempat tinggal yang layak huni dan lingkungan yang tertata agar mereka bisa terjaga kesehatannya serta meningkatkan imunitas agar terhindar dari paparan virus covid-19.
 
"Untuk mengentaskan kawasan kumuh di Kawasan Teras Parit Nanas Kota Pontianak, Kementerian PUPR mengkolaborasi program BSPS dari Direktorat Jenderal Perumahan dan Kotaku dari Direktorat Jenderal Cipta Karya," jelasnya.
 
Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Muh. Irsan Basalamah mengungkapkan, Kawasan Teras Parit Nanas berada di Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak. 
 
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan kondisi rumah-rumah masyarakat masuk dalam kategori tidak layak huni dan berada di pinggirian Sungai Landak yang terhubung langsung dengan Sungai Kapuas. 
 
Dari usulan pemerintah daerah dan pendataan sementara yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR terdapat 62 unit RTLH yang akan ditingkatkan kualitasnya. Selain itu juga kegiatan pemeliharaan rumah masyarakat sebanyak  31 unit melalui program beautifikasi. 
 
Dari data yang ada serta hasil monitoring di lapangan program BSPS sementara terdapat RTLH di sekitar Kawasan Teras Parit Nanas sebanyak 39 unit dan di luar Kawasan Teras Parit Nanas 23 unit. 
 
Setiap unit rumah penerima program bedah rumah akan menerima bantuan senilai Rp20 juta untuk pembelian bahan bangunan dan upah tukang. Selain itu, jalan lingkungan akan ditata melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Direktorat Jenderal Cipta Karya.
 
"Kami berharap dengan penataan kawasan kumuh ini bisa mengubah Teras Parit Nanas menjadi destinasi wisata baru di Kota Pontianak. Apalagi nanti rumah-rumah yang sebelumnya tidak layak akan direhab agar layak huni serta jalan lingkungan yang baik akan membuat wisatawan berkunjung ke sini," ungkapnya. 
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif