NEWS

Danantara Housing Expo Perkuat Kolaborasi Sektor Perumahan

Rizkie Fauzian
Rabu 02 September 2026 / 16:42
Ringkasnya gini..
  • Penyediaan hunian layak bagi MBR membutuhkan kolaborasi pemerintah, pengembang, perbankan, dan pelaku industri.
  • Danantara Housing Expo 2026 mencatat transaksi sekitar Rp2 triliun dan diikuti lebih dari 170 pengembang.
  • Sinergi lintas sektor diharapkan memperluas pilihan hunian sekaligus akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Jakarta: Penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, pengembang, perbankan, dan pelaku industri lainnya dinilai perlu memperkuat sinergi agar akses masyarakat terhadap hunian semakin luas.

Pentingnya kolaborasi tersebut turut terlihat dalam penyelenggaraan Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 di NICE PIK 2. Ajang tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di sektor perumahan, mulai dari pengembang hingga lembaga pembiayaan.

Expo tersebut mencatat transaksi sekitar Rp2 triliun. Tingginya transaksi sekaligus menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat terhadap informasi mengenai pilihan hunian dan skema pembiayaan yang tersedia.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria juga meninjau penyelenggaraan pameran pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Lebih dari 170 pengembang ikut berpartisipasi dalam ajang tersebut, yang terdiri atas 161 pengembang swasta dan 12 pengembang BUMN. Mereka menawarkan lebih dari 100.000 unit hunian, termasuk rumah subsidi dan hunian vertikal yang menyasar kebutuhan MBR.

Kolaborasi pemerintah dan industri

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pengembang, perbankan, dan pelaku industri lainnya dibutuhkan agar semakin banyak masyarakat, khususnya MBR, dapat mengakses hunian yang layak dan terjangkau.

Penyediaan rumah tidak hanya bergantung pada pembangunan unit baru. Akses terhadap pembiayaan juga menjadi faktor penting karena sebagian besar masyarakat masih membutuhkan fasilitas kredit untuk memiliki rumah.
 

Karena itu, keterlibatan perbankan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem perumahan. Skema pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan masyarakat dapat membantu memperluas kelompok yang mampu mengakses hunian.

Di sisi lain, pengembang berperan dalam menyediakan rumah dengan harga dan spesifikasi yang sesuai kebutuhan pasar. Sementara pemerintah memiliki peran dalam menciptakan kebijakan, dukungan pembiayaan, serta ekosistem yang dapat mendorong penyediaan rumah bagi masyarakat.

Dukung perluasan akses hunian

Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong Program 3 Juta Rumah. Program tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar penyediaan hunian tidak hanya mengejar jumlah, tetapi juga memperhatikan aspek keterjangkauan dan akses masyarakat.

Kehadiran berbagai pengembang dan lembaga pembiayaan dalam satu ajang seperti Danantara Housing Expo menjadi salah satu bentuk pertemuan antara sisi pasokan dan kebutuhan masyarakat.

Dengan sinergi yang lebih kuat, masyarakat dapat memperoleh lebih banyak pilihan hunian sekaligus alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kondisi keuangan mereka.

Pada akhirnya, penguatan ekosistem perumahan diharapkan dapat membuat akses terhadap hunian layak semakin terbuka, terutama bagi MBR yang menjadi salah satu kelompok utama dalam kebutuhan perumahan nasional.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH