Pertanyaan tersebut disampaikan langsung kepada CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, di sela pembukaan expo, Kamis, 27 Agustus 2026. Rosan kemudian menjelaskan solusi yang disiapkan agar masyarakat, termasuk MBR, tetap dapat mengakses pameran.
Rosan mengatakan pemilihan lokasi tersebut berkaitan dengan kebutuhan untuk menghadirkan seluruh ekosistem perumahan dalam satu tempat. Menurutnya, lokasi NICE memiliki luasan yang memungkinkan berbagai developer dan pelaku industri pendukung ikut berpartisipasi.
“Dan memang kita sudah menjajaki beberapa tempat dan memang tempat ini yang baru dan yang besar,” ujar Rosan dikutip pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Meski demikian, Danantara menyadari akses menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Karena itu, Rosan mengatakan pihaknya menyediakan feeder bagi masyarakat yang ingin datang ke lokasi expo.
“Dan kita pun menyediakan feeder sebetulnya. Feeder-feeder untuk bisa mengakses tempat ini,” katanya.
| Baca Juga: Hampir 200 Orang Langsung Akad Rumah di Hari Pertama Danantara Housing Expo |
Pilihan Rumah Tak Hanya untuk Satu Segmen
Rosan menegaskan Danantara Housing Expo tidak hanya menghadirkan satu tipe rumah atau satu kawasan. Berbagai developer ditampilkan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan dan kemampuan.“Karena yang kita tampilkan tidak hanya dari satu tipe atau satu kawasan, tetapi juga kita hadirkan dari para developer yang baru tetapi mereka sudah mempunyai prospek yang sangat baik maupun developer yang memang sudah biasa kita kenal,” ujarnya.
Ia juga menyebut terdapat developer dengan latar belakang yang beragam, termasuk pengembang yang sebelumnya bekerja sebagai office boy maupun ojek, tetapi telah memiliki rekam jejak dalam membangun rumah untuk MBR.
Danantara bersama sektor BUMN, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta ekosistem pendukung lainnya juga mendorong akses pembiayaan bagi masyarakat. Salah satunya melalui skema uang muka mulai 1 persen yang tersedia dalam pameran.
Selain DP 1 persen, Rosan mengungkap bahwa Danantara bahkan sedang membicarakan kemungkinan uang muka 0 persen. Namun, skema tersebut masih harus dibahas dari sisi regulasi.
“Kita terus mencoba mencarikan terobosan-terobosan apabila dimungkinkan DP-nya juga 0% ini juga kita sedang bicarakan juga secara regulasinya,” kata Rosan. (Wisa Irena Br Sitepu)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda