Ilustrasi kawasan kumuh. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal
Ilustrasi kawasan kumuh. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal

Pemerintah Siapkan Rp56,66 Miliar Tata Kawasan Kumuh di Sulteng

Antara • 09 Agustus 2021 18:07
Kendari: Pemerintah tengah giat melakukan penataan kawasan kumuh di daerah Pudai dan Lapulu, Kecamatan Abeli, Sulawesi Tenggara. Rencana tersebut bakal dilakukan September 2021.
 
"Sebenarnya terjadi pengunduran waktu penataan dikarenakan kita ingin memastikan betul rencana penataan kawasan matang sebelum dilakukan pembangunan," kata Wali Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) Sulkarnain Kadir, Senin, 9 Agustus 2021.
 
Sulkarnain memastikan penataan kawasan Pudai-Lapulu yang menelan anggaran sebesar Rp56,66 miliar itu harus menguntungkan masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak ada yang boleh dirugikan dalam program ini. Kita utamakan win win solution. Masyarakat juga harus diuntungkan tapi kita kembali lagi di tujuan awal menghadirkan lingkungan yang layak huni bagi masyarakat," ujarnya.
 
Pemerintah Kota Kendari bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal menata kawasan kumuh Pudai dan Lapulu. Pengerjaan yang merupakan dari Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) rencananya dimulai pada September mendatang.
 
Menurut Sulkarnain, penataan kawasan kumuh di Pudai dan Lapulu sangat bernilai strategis bagi Pemkot dalam rangka mewujudkan Kendari sebagai kota layak huni. Selain bermanfaat bagi daerah, juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar yang kawasannya bisa dijadikan pusat promosi UMKM.
 
"Kalau sudah ditata dengan baik, dibuat taman yang indah. Ada spot-spot untuk bersantai seperti yang ada di Bungkutoko, pasti akan mengundang perhatian orang untuk berkunjung. Nah ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk apa saja," jelasnya.
 
Penataan kawasan kumuh di Puday-Lapulu memiliki luas sekitar 14,07 hektar yang akan menelan anggaran sebesar Rp56,66 miliar.
 
Rinciannya, pembangunan waterfront dan jalan lingkungan sebesar Rp44 miliar, tambatan perahu Rp1,2 miliar, drainase Rp4,46 miliar, resapan biopori Rp 161,5 juta.
 
Selanjutnya instalasi air bersih Rp1,12 miliar, Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) komunal Rp815 juta, instalasi hidrant Rp827 juta, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar Rp4,1 miliar.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif