Pakar Feng Shui, Jenie, menuturkan bahwa rumah merupakan pusat energi yang sangat memengaruhi kualitas hidup seseorang.
“Rumah bisa membawa kita menuju kesuksesan atau justru sebaliknya. Ketika rumah seimbang, kita bisa beraktivitas secara maksimal dan pada akhirnya lebih mudah meraih keberuntungan,” ujar Jenie dalam sebuah acara, Senin, 26 Januari 2026.
Ia menjelaskan, tahun Kuda Api memiliki karakter eksotik namun menantang. Simbol kuda api menggambarkan energi yang sangat besar, layaknya tenaga kuda yang kuat. Di satu sisi, energi tersebut dapat mendorong produktivitas, namun di sisi lain berpotensi memicu emosi yang mudah meledak, rasa lelah berkepanjangan, hingga stres akibat padatnya aktivitas.
“Tahun Kuda Api ini apinya menjadi dua kali lipat, artinya terjadi kelebihan energi. Itu sebabnya banyak orang mudah mengalami burnout, memiliki banyak target, merasa lelah, dan kehabisan tenaga. Maka perlu ada keseimbangan,” ujar dia.
Sebagai penyeimbang dominasi elemen api, Jenie menyarankan penggunaan warna biru yang merepresentasikan elemen air. Dalam siklus lima unsur Feng Shui, air berfungsi menyalurkan dan menenangkan energi api yang berlebihan sehingga membantu menciptakan suasana yang lebih damai di dalam rumah.
Selain biru, ia juga merekomendasikan perpaduan dengan warna lain agar keseimbangan semakin optimal. Warna biru dapat dikombinasikan dengan nuansa logam seperti abu-abu dan putih, maupun warna lembut seperti mellow flow untuk menghadirkan kesan bersih dan jernih. Sementara itu, kombinasi biru dengan warna kayu atau tanah dapat membantu memicu kreativitas dalam ruangan.
Pada kesempatan yang sama, Jenie mengingatkan pentingnya memanfaatkan seluruh ruangan di rumah agar aliran energi tetap seimbang. Kamar tidur menjadi salah satu area prioritas karena berpengaruh besar terhadap kualitas istirahat dan kesehatan secara keseluruhan.
Jenie menyebut tantangan di 2026 diperkirakan serupa bahkan sedikit lebih berat dibanding tahun sebelumnya. Karena itu, masyarakat disarankan untuk memberi ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat dan menenangkan pikiran.
“Kalau belajar dari tahun lalu yang serba ‘dar der dor’ sampai burnout, sekarang kita tenangkan dulu. Beri free space untuk diri sendiri supaya bisa lebih rileks,” jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News