Jokowi: Pencairan Bantuan Gempa Lombok Jangan Berbelit
Presiden Jokowi meninjau pembangunan rumah tahan gempa di Pedamekan, Lombok Timur (18/10/2018). Sebanyak 72.028 rumah warga terdampak gempa yang rusak berat sudah terverifikasi. Antara Foto/Ahmad Subaidi
Mataram:Percepatan rekontruksi dan rehabilitasi Lombok pasca-gempa, menuntut percepatan penyaluran dana bantuan bagi korban gempa membangun kembali rumahnya. Maka prosedur penyalurannya harus disederhanakan tanpa mengorbankan faktor akuntabilitas pertanggungjawaban penggunaan dana.

"Dari 17 prosedur yang sebelumnya, itu menurut saya sangat rumit dan berbelit. Sudah kita putuskan pangkas hanya 1 prosedur tanpa mengurangi akuntabilitas," ujar Presiden Joko Widodo.


Ini disampaikannya dalam rapat setibanya di Bandara Zainuddin Abdul Madjid, Lombok Tengah, Kamis (18/10/2018). Rapat diikuti Mensesneg Pratikno, Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, Walikota Mataram Ahyar Abduh dan Wabup Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri.


Ketua Kelompok Pokmas Tibu Harapan Desa Dara Kunci Purna (40) menunjukkan resi pemindahbukuan ke rekening aplikator dana bantuan gempa tahap pertama bagi 13 KK anggotanya di Pedamekan, Lombok Timur (18/10/2018). Pada tahap pertama ini pemerintah menyiapkan dana Rp 960 miliar untuk membantu korban gempa membangun rumahnya yang rusak berat. Antara Foto/Ahmad Subaidi

Kunjungan kerja Presiden ke Lombok kali ini untuk meninjau perkembangan tahap rekontruksi dan rehabilitasi Lombok pasca-gempa. Terutama memantau proses penyaluran dana bantuan yang sempat dikabarkan terlalu berbelit dan rumit bagi warga korban gempa karena banyak dokumen kependudukannya tidak selamat dari gempa dua bulan lalu.

"Sekarang saya mau melihat setelah prosedur dijadikan satu, apakah masih ruwet atau tidak. Pak gubernur dan wagub tadi menyampaikan sudah mulai cair bagi lima ribuan KK. Nanti tambah lagi," sambung Jokowi.



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id