Green building. (FOTO: dok Kementerian PUPR)
Green building. (FOTO: dok Kementerian PUPR)

Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca

Gedung Kementerian PUPR Terapkan Green Building

Properti kementerian pekerjaan umum green building
Rizkie Fauzian • 13 Maret 2019 23:45
Jakarta: Gedung Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi salah satu gedung di Jakarta yang menerapkan konsep green building dan green site. Selain lebih hemat energi green building juga diharapkan bisa menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).
 
Konsep green building diarahkan pada pengembangan lingkungan perkantoran dengan luas ruang terbuka hijau (RTH) yang lebih besar, zero run off hingga pembatasan sirkulasi kendaraan bermotor.
 
Selain itu, ada jalur pejalan kaki yang terintegrasi termasuk untuk difabel, pengembangan sistem Mekanikal, Elektrikal, Plumbing (MEP), serta manajemen persampahan yang terintegrasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain itu juga dilakukan rain water harvesting, recycling, dan reuse. Air hujan turun di area resapan dialirkan ke dalam drainase kawasan," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti dalam keterangan tertulis, Selasa, 13 Maret 2019.
 
Sehingga, menurut Anita, pada saat terjadi curah hujan tinggi, kelebihan aliran air disalurkan ke dua tampungan air bawah tanah dengan kapasitas total 1.200 m3. Selanjutnya di daur ulang sebagai air untuk menyiram tanaman, flushing urinoir dan air cooling tower.
 
Selain itu, dilingkungan PUPR tersebut juga dilengkapi gedung parkir motor yang dibangun setinggi lima lantai dengan kapasitas sekitar 1.250 motor. Sebelum ada gedung parkir, parkir motor mengambil area yang cukup luas dan tidak tertata rapi.
 
Pada atap gedung dipasang panel surya dilengkapi teknologi PVROOF hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Permukiman, Balitbang Kementerian PUPR. Dengan teknologi tersebut maka dapat mengurangi penggunaan daya listrik PLN bagi operasional gedung parkir yang dilengkapi lift.
 
"Dengan pemakaian PVROOF maka biaya pemakaian listrik gedung parkir bisa dihemat 50 persen," jelasnya.
 
Tak hanya itu, pengurangan emisi GRK dengan green building juga tercantum dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 11 Tahun 2012 tentang Rencana Aksi Nasional Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim 2012-2020 dan Peraturan Menteri PUPR Nomor 02/PRT/M/2015 tentang Bangunan Gedung Hijau untuk pengurangan emisi GRK yang bersumber dari bangunan gedung.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif