The Floating Seahorse, Villa Mewah Anti-mainstream

Rizkie Fauzian 07 November 2018 12:12 WIB
perumahanreklamasiwisata dubai
<i>The Floating Seahorse</i>, Villa Mewah <i>Anti-mainstream</i>
Jika mau ngopi ke villa tetangga, penghuni harus berjalan memutar melalui dermaga apung atau berenang sekalia. all pictures inhabitat/Kleindienst Group
Dubai:Seandainya tokoh komik Deni Manusia Ikan memutuskan berumah tangga, pasti dia akan pidah ke perairan Teluk Persia. Di pesisir Dubai, Uni Emirat Arab, ada cluster perumahan yang cocok untuk baginya sekeluarga, yaitu The Floating Seahorse.

Unit rumah-rumah di cluster bagian dari kompleks mewah The Heart of Europe ini amat sangat unik. Terdiri dari dua lantai dan satu 'basement' yang out of the box. Bila basement lain jadi gudang dan parkiran, basement yang ini justru menjadi daya tarik utama The Floating Seahorse.


Basement unik tersebut berada di bawah permukaan laut. Sambil tiduran di kamar nyaman dan berendam di bathtube mewah, Anda akan ditemani pemandangan bawah laut yang dramatis. Terumbu karang dan ikan-ikan cantik yang berenang di sekelilingnya.



Sesuai namanya, The Floating Seahorse adalah villa apung. Unitnya dibangun di dok kering galangan kapal Port of Dubai lalu ditarik dengan kapal hingga ke lokasinya. Agar basement bisa tenggelam sebagiannya, rumah ini dilengkapi mekanisme ballast selayaknya kapal selam dengan batu karang buatan sebagai pemberat di 'teras' basement.

Maka para penghuninya mendapatkan akses pemandangan langsung ke perairan teluk. Tapi juga ikan-ikan cantik yang berenang bebas karena batu karang buatan itu juga berfungsi tak ubahnya rumpon.

Villa terapung ini didesain tunggal sehingga tidak mudah dicapai. Jika ingin mencapainya atau mampir ngopi ke villa tetangga, pengunjung harus berjalan memutar melalui dermaga apung atau berenang sekalian. Tidak ada kapal bahkan rakit disediakan agar jangkar dan baling-balingnya tidak mengganggu habitat buatan di dasar teluk yang dangkal.

Terdapat beberapa tipe yang ditawarkan, mulai dari 25 meter persegi hingga 372 meter persegi. Bila di 'basement' terdapat kamar tidur dan kamar mandi, di dua lantai di atas permukaan laut untuk ruang makan, ruang bersantai, pantry, teras, kolam renang, minibar dan jacuzzi.

Di terasnya ada tangga menuju laut. Penghuni dapat memilih mau berenang di kolam renang atau mau menyelam di laut.



Interior dirancang untuk memenuhi selera kelompok masyarakat kalis krisis. Perabotan bergaya Eropa dan Arab berteknologi tinggi yang dipasok khusus oleh Bentley Home.

Pengembangnya adalah Kleindienst Group. Mereka sudah membangun 42 dari 131 unit rumah apung yang akan dibangun. Walau bandrolnya setinggi USD 2,8 juta atau setara Rp 42 milyar (kurs Rp 15 ribu/USD 1), jangan dikira pengembang asal Jerman itu kesulitan menjualnya.

"Sold out," ujar perwakilan Kleindienst Group sebagaimana dikutip dari Businees Insider.

Proyek ini telah berjalan sejak 2015. Sebanyak 200-an arsitek, insinyur dan desainer interior dari 25 negara terlibat dalam dalam proyek ambisius ini. Termasuk ahli pertamanan, kelautan hingga perkapalan

Kini sedang dibangun unit yang lebih besar dengan harga lebih besar, USD 12 juta atau setara Rp 180 milyar per unt. Harga setinggi itu sudah termasuk biaya perawatan harian oleh tim penyelam agar dinding The Floating Seahorse -terutama dinding kaca basement bawah lautnya- bebas dari teritip atau barnacle (crustacea dari sub kelas cirripedia, dengan karakteristik bercangkang) yang dalam hitungan hari bisa mengacaukan daya tarik utama villa terapung ini, yatu pemandangan biota laut.

Deni Manusia Ikan adalah komik hitam putih yang ditulis Scott Goodall dan digambar John Stokes. Komik serial berjudul asli Fishboy: Denizen of the Deep ini terbit antara 1968 hingga 1975.

Berkisah tentang seorang anak laki-laki yang terdampar di sebuah pulau dan belajar bernapas di bawah air dan berbicara dengan makhluk-makhluk air.

Terinsirasi hukum Darwin, dikisahkan Deni mengalami perubahan fisik sebagai adaptasi dengan lingkungan barunya. Mendadak dia memiliki insang dan selaput di antara jari-jari tangan serta kakinya membesar sehingga dapat berenang dengan cepat.

Dia berkelana dari pantai ke pantai untuk mencari orangtuanya dan membantu orang yang kesusahan yang ditemuinya. Di Indonesia komik tersebut dipopulerkan oleh majalah anak-anak terbitan Gramedia, Bobo, dalam format hitam putih sesuai aslinya.

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id