AC tidak hanya dipilih berdasarkan merek, tetapi juga jenis teknologi yang digunakan. Dua tipe yang paling sering dibandingkan adalah AC split konvensional dan AC inverter.
Meski terlihat serupa secara fisik, keduanya memiliki perbedaan cukup signifikan jika ditinjau lebih dalam, mulai dari cara kerja kompresor, kecepatan pendinginan, konsumsi energi, hingga harga unit.
Apa itu AC jenis split?

AC split paling umum digunakan di rumah. Foto: Gemini AI
AC split merupakan jenis AC standar yang paling umum digunakan di rumah. Sesuai namanya, AC ini terdiri dari dua unit, yakni unit indoor (dalam ruangan) dan unit outdoor (luar ruangan).
Unit indoor berisi kipas, filter udara, serta kumparan pendingin (evaporator), sedangkan unit outdoor terdiri dari kompresor dan kumparan kondensor. Kedua unit tersebut dihubungkan oleh pipa yang berfungsi mengalirkan refrigeran atau zat pendingin.
AC split banyak digunakan untuk kamar tidur, ruang keluarga, maupun ruang tamu karena harganya relatif terjangkau dan perawatannya mudah.
Apa itu AC inverter?

AC inverter bisa mengatur kerja kompresor. Foto: Freepik
AC inverter merupakan jenis AC yang menggunakan teknologi inverter untuk mengatur kerja kompresor.
Teknologi inverter memungkinkan arus listrik bolak-balik (AC) diubah menjadi arus searah (DC), sehingga kompresor dapat bekerja secara variabel sesuai kebutuhan suhu ruangan.
Dengan sistem ini, kompresor tidak selalu menyala dan mati, melainkan menyesuaikan kecepatan putarnya. Dampaknya, konsumsi listrik menjadi lebih efisien dan suara mesin cenderung lebih senyap.
Perbedaan AC inverter dan AC split biasa

Perbedaan AC inverter dan AC split. Foto: Gemini AI
Setelah memahami pengertian masing-masing jenis AC, berikut beberapa perbedaan utama yang bisa menjadi bahan pertimbangan:
1. Teknologi dan cara kerja
AC split konvensional menggunakan kompresor dengan kecepatan tetap dan bekerja dengan sistem on-off. Ketika suhu tercapai, kompresor akan mati dan menyala kembali saat suhu naik.Sebaliknya, AC inverter menggunakan kompresor dengan kecepatan variabel yang dapat menyesuaikan kebutuhan pendinginan. Hal ini membuat suhu ruangan lebih stabil dan penggunaan listrik lebih efisien.
2. Kecepatan pendinginan
AC inverter umumnya mampu mendinginkan ruangan lebih cepat karena dapat bekerja pada kapasitas maksimal di awal penggunaan, kemudian menurunkan kecepatan secara bertahap.Suhu yang dihasilkan AC inverter juga cenderung lebih stabil dibandingkan AC split biasa yang dapat mengalami fluktuasi suhu.
3. Konsumsi listrik
Dari sisi konsumsi daya, AC inverter lebih hemat listrik dibandingkan AC split konvensional. Secara umum, AC split membutuhkan daya sekitar 800 watt, sementara AC inverter dapat beroperasi pada kisaran 225 hingga 900 watt, tergantung kapasitas dan merek.4. Harga unit
AC split konvensional memiliki harga yang lebih terjangkau sehingga banyak dipilih oleh masyarakat. Sementara itu, AC inverter dibanderol dengan harga lebih tinggi karena dibekali teknologi yang lebih canggih dan efisiensi energi yang lebih baik.Pemilihan antara AC inverter dan AC split dapat disesuaikan dengan kebutuhan, pola penggunaan, serta anggaran masing-masing calon pembeli. Dengan pertimbangan yang tepat, AC tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga efisiensi jangka panjang. (Syarifah Komalasari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News