CEO dan Komisaris Crown Group Iwan Sunito. Foto: Crown Group
CEO dan Komisaris Crown Group Iwan Sunito. Foto: Crown Group

25 Tahun Gurita Bisnis Properti Iwan Sunito

Rizkie Fauzian • 11 April 2022 22:29
Jakarta: Iwan Sunito, namanya tak asing lagi malang melintang di dunia properti. Pengusaha properti asal Indonesia itu sudah menancapkan gurita bisnisnya di Australia. Pria kelahiran Surabaya tersebut merupakan CEO dan Chairman Crown Group.
 
Dirinya bercerita tentang perjalanan Crown Group selama 25 tahun. Menurutnya, kekuatan mimpi yang telah mendorong mereka berada di posisi sekarang.
 
"Ketika kami dikatakan sebagai salah satu pengembang swasta di Australia dengan nilai pengembangan proyek sebesar Rp50 triliun, seketika kami semua terjaga dari mimpi kami," katanya dalam keterangan tertulis, Senin, 11 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Surat kabar Australia Financial Review (AFR) yang berbasis di Sydney, New South Wales mengeluarkan pernyataan "Crown Group is set to become one of Australia’s largest private developers".
 
Menurutnya, hal tersebut membuat dia dan keluarga besar Crown 'terjaga', serta menyadari betapa mimpi-mimpi besar memang telah mengantar mereka ke posisi yang tak pernah diduga. Dia sebelumnya pernah dinobatkan menjadi Urban Taskforce’s Property Person of The Year pada 2015.
 
Saat itu dia ditahbiskan menjadi pemenang termuda, dan satu-satunya kelahiran Indonesia yang berhasil memenangkan gelar tersebut di Negeri Kangguru. "It’s beyond my wildest dream," ungkapnya.
 
Bukan tanpa maksud dia berkata demikian. Crown Group memang tumbuh dari dasar. Bahkan nilai proyek awalnya pada 1996 hanya sebesar Rp280 miliar.
 
Iwan mengaku sungguh tak terpikir dan terbayang Crown akan bisa tumbuh secara eksponensial, jika membandingkan capaian sekarang dengan kondisi dua dekade sebelumnya.
 
Menengok kembali ke belakang, Iwan mengungkap pada akhirnya dia menyadari, meskipun dirinya tidak pernah memimpikan berada di posisi saat ini, tapi mimpi yang mendorongnya terus berkarya lebih baik dari waktu ke waktu, yang pada gilirannya mendorong Crown Group melesat tanpa batas.
 
Bicara tentang mimpi, Iwan mengakui hal tersebut berjalan secara evolutif. Saat menghabiskan masa kecilnya di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dia sama sekali belum memiliki mimpi apa-apa.
 
Bahkan mengerti apa itu mimpi pun tidak. Begitu pun ketika masa remajanya dilakoni di Surabaya. "Hanya satu yang saya ketahui, saya suka menggambar. Dan kecintaan saya akan mengambarlah yang menuntun saya menemukan mimpi. Mimpi yang sesuai dengan passion saya. Mimpi untuk membuat bangunan yang lebih baik, lebih cantik, bahkan menjadi tengara baru di area sekitarnya," ujarnya.
 
Perjalanan Crown Group hingga menapak ke posisi sekarang, sebagai one of Australia’s largest private developers tentu tidaklah mudah. Dibutuhkan persistensi, konsistensi, dan perseverance (daya tahan) untuk mengatasi hambatan yang ada.
 
"Namun itu semua muncul karena Crown Group punya mimpi untuk membuat hal-hal besar dan hebat. Jadi, setelah 25 tahun berkarya dan melihat perkembangan Crown Group, pada akhirnya, saya meyakini betul kekuatan mimpi," jelasnya.
 
Iwan mengaku belajar dari orang-orang hebat tentang arti mimpi. "Jika dulu our founding fathers, Soekarno, Hatta, Soepomo, Tan Malaka, Mohammad Yamin, Ki Hadjar Dewantara, Sutan Sjahrir tidak bermimpi untuk kemerdekaan Indonesia, mungkin kita tidak pernah bisa merdeka hingga detik ini," katanya.
 
Hal yang sama juga ketika berkaca dari para pebisnis besar. Apabila Harley & Davidson, Guglielmo Marconi, atau Henry Ford tidak mengejar mimpi, maka tidak akan pernah mengenal motor, radio, dan mobil.

Mimpi Iwan Sunito sempat terhantam krisis

Jadi, apa sebenarnya mimpi Iwan untuk Crown Group?
 
"Pada hal yang paling dasar, saya selalu bermimpi untuk membuat karya kami berikutnya adalah the next masterpiece. Kemudian, saya juga bermimpi Crown Group selalu naik level dari waktu ke waktu," jelas Iwan.
 
Tentu saja tak pernah ada mimpi yang berjalan mulus. Hantaman krisis Asia 1998, resesi properti negara bagian New South Wales (2004), dan Global Financial Crisis (2008), merupakan ombak besar yang siap menggulung Crown pada saat itu.
 
"Saat ini saya bisa tersenyum setiap teringat hantaman krisis tersebut, meskipun pada saat terjadi, yah panas dingin juga rasanya. Namun pada akhirnya, kami mampu bertahan, dan adalah kekuatan mimpi yang membuat kami bertahan," jelasnya.
 
Berangkat dari apa yang dialaminya serta berkaca dari perjalanan orang-orang besar, Iwan meyakini tak ada mimpi hebat tanpa kerikil. "Akan selalu ada hambatan. Tetapi, percayalah, mimpi yang akan membuat kita tetap berjalan maju ke depan. Mimpi kita yang akan membuat kita tetap fokus.
 
"Mimpi kita pulalah yang membuat semua yang kita kerjakan menjadi berarti. Please remember, nothing great comes easy. Only your dream will keep you going 'till you reach your goal," jelasnya.
 
Dengan keberhasilan yang sudah dicapai Crown Group, Iwan mengaku belum berhenti bermimpi besar. Mimpi dirinya berikutnya adalah mengembangkan jaringan hotel SKYE Suites yang didirikan pada 2017, dengan menambah tujuh lokasi baru.
 
Saat ini SKYE Suites berlokasi di Parramata, CBD Sydney, dan Green Square, dan dalam kurun waktu lima tahun ke depan Iwan Sunito berharap SKYE Suites akan berada di 10 lokasi. "Bukan saja kota-kota besar di Australia, tidak menutup kemungkinan SKYE Suites akan hadir di kota-kota besar di Indonesia," ujarnya.
 
Mimpi besar lainnya adalah dalam waktu dekat meluncurkan platform baru, OneResidence and Resorts. Brand ini akan mengkhususkan diri pada pengembangan resor dan residensial di lokasi yang sama.
 
"Saya tidak pernah bermimpi menjadi yang salah satu yang terbesar. Saya hanya ingin menjadi yang terbaik dari apa yang saya bisa lakukan. Apakah mungkin kita mengejar mimpi kita? Passion kita? Anything is possible. Apakah mudah? Tidak ada yang mudah. Namun saya percaya, usaha tidak akan pernah membohongi hasil. Dan terakhir, satu hal yang perlu diyakini bersama, tidak semua terlahir dengan privileage, namun semua orang berhak untuk memiliki dan menjalani mimpi," tutup Iwan.
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif