Survei Harga Rumah, BI Serap Data Marketplace
Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI, Yati Kurniati, dalam peluncuran Survei Harga Properti Residensial (SHPR) di kantor pusat Bank BTN. medcom.id/Rizkie
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengeluarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) di 18 kota di Indonesia untuk menentukan indeks harga rumah. Selain survei langsung ke pengembang, trend harga juga didata dari situs online jual-beli rumah.

"Semua portal online biasanya menawarkan rumah dari seluruh Indonesia lengkap dengan penawaran harga. Kita ekstrak 50 persen data dari portal online untuk melihat pergerakan harga di pasar," kata Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI, Yati Kurniati di kantor pusat Bank BTN, Jl Gajahmada, Jakarta, Kamis (13/9/2018).


Untuk menjaga likuiditas data, maka dalam satu periode survei hanya dibatasi 200 observasi. Artinya dalam melakukan survei, BI membatasi penggunaan data di portal pencarian tersebut. "Kami batasi observasi dalam satu periode itu ada 200, karena memang datanya hanya menawarkan kurang dari 200 observasi," jelasnya.

Survei harga rumah yang dilakukan BI tentunya mempertimbangkan kondisi perekonomian seperti inflasi. Selain itu dalam melakukan survei, data yang dipakai adalah penawaran harga dari pengembang bukan harga transaksi.

"Dengan menggunakan offering price, maka potensi harga yang dijadikan acuan 10 persen di bawah realisasi atau harga di bawah rata-rata di pasar," Ungkap Yati.


Menurut Yati, House Price Index atau kehadiran indeks harga rumah dari Bank Tabungan Negara (BTN) bisa dijadikan penyempurnaan terhadap indeks harga properti di pasaran. Namun, jika BTN membuat referensi harga, sementara Bank Indonesia hanya mengukur perubahan harga dari waktu ke waktu seiring dengan perubahan inflasi.

"Kita kolaborasi karena arahnya sama. Tapi BI tidak bilang indeks hanya perubahan harga, BTN melihatbindeks harga karena anchor harga di pasar. Maka ini bisa dijadikan penyempurnaan karena bisa melengkapi base market price dan offering orice," tambahnya.

Adapun 18 kota yang dijadikan acuan survei harga properti residensial oleh Bank Indonesia adalah wilayah Jabodetabek, Banten, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Medan, Padang, Palembang, Bandar Lampung, Batam, Pekanbaru, Banjarmasin, Pontianak, Balikpapan, Samarinda, Makassar dan Manado.

Di Indonesia, ada cukup banyak marketplace rumah dan sudah menjadi bisnis yang cukup besar. Contohnya adalah rumah123 dan primesystem yang menyasar segmen pengguna berbeda. Ada pula rumah.com yang merupakan bagian dari grup propertyguru.



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id