Jepang dan Tiongkok Berbagi 'Kue' Jakarta

Ghani Nurcahyadi 21 Maret 2018 12:00 WIB
bisnis properti
Jepang dan Tiongkok Berbagi Kue  Jakarta
Deretan gedung apartemen di Jakarta Barat. MI/Arya Manggala
Jakarta: Walau jumlah gedung perkantoran dan apartemen sudah ratusan tower, tapi Jakarta masih merupakan pasar menggiurkan. Peluang itulah yang sedang diserbut oleh pengembang raksasa dari Jepang, Hong Kong dan Singapura.

Ada pontensi lonjakan permintaan dan didorong pertumbuhan ekonomi yang pada 2030 diperkirakan mencapai USD 354 miliar. Pengembang besar seperti  Tokyu Land, Keppel Land, China Construction Communication Group (CCCG), Wuzhou Investment Group dan menyusul Ruby Group Singapore segera hadir di Jakarta.


"Kecenderungan yang masuk ke Indonesia, Jepang dan Tiongkok yang pemain baru. Tiongkok banyak membangun di seputaran proyek infrastruktur dengan sasaran kelas menengah hingga bawah. Jepang lebih banyak kalangan menengah atas," kata Associate Director of Colliers Indonesia, Ferry Salanto.



Data konsultan properti Jones Lang LaSalle terhadap pasar residensial akhir 2017 menunjukkan adanya peningkatan permintaan hunian kelas atas. Namun pertumbuhan tertinggi didominasi hunian kelas menengah dan menengah ke bawah.

"Secara umum penjualan terkuat berada di unit yang lebih kecil dan lebih murah dengan akses yang baik ke infrastruktur yang ada atau yang akan datang," kata Head of Research of JLL Indonesia, James Taylor, dalam keterangan resminya.



(LHE)