Sudah 1,4 juta hektar tanah telah direstribusikan kepada masyarakat. Ilustrasi: Shutterstock
Sudah 1,4 juta hektar tanah telah direstribusikan kepada masyarakat. Ilustrasi: Shutterstock

Capaian Reforma Agraria, Sebanyak 1,4 Juta Hektar Tanah Telah Direstribusikan

Rizkie Fauzian • 21 Desember 2021 16:20
Jakarta: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) masih terus gencar melaksanakan program Reforma Agraria. Hingga kini sudah 1,4 juta hektar tanah telah direstribusikan kepada masyarakat.
 
Direktur Landreform Kementerian ATR Sudaryanto mengatakan hingga akhir tahun ini telah banyak dilaksanakan capaian implementasi Reforma Agraria dengan tujuan kepastian hukum dan mewujudkan kemakmuran serta kesejahteraan masyarakat. 
 
"Tujuan utamanya juga untuk mengatasi ketimpangan sehingga dalam Nawacita, Presiden mencantumkan target 9 juta hektar dalam mewujudkan Reforma Agraria," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, Sudaryanto menjelaskan bahwa dalam implementasinya, Reforma Agraria hingga kini masih terus berjalan. 
 
Kegiatan legalisasi aset misalnya, seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang selalu mencapai target di setiap tahunnya, lalu kegiatan redistribusi tanah juga sedang masif dilakukan oleh Kementerian ATR, yang sumber tanahnya berasal dari tanah-tanah eks-Hak Guna Usaha (HGU) dan tanah telantar. 
 
Terkait redistribusi tanah, dia menerangkan bahwa ini memang sudah ada sejak 1960, tetapi baru digalakkan melalui program Reforma Agraria di tahun 2014 dan hingga saat ini, sebanyak 1,4 juta Ha masyarakat telah menerima tanah tersebut. 
 
"Sebelumnya memang hanya 0,4 juta hektar saja sehingga capaiannya saat ini mengalami peningkatan yang luar biasa," jelasnya.
 
Menurutnya, memang tidak mudah untuk memberikan redistribusi tanah ini kepada masyarakat karena memang lokasi yang diberikan dari berbagai macam kondisi, mulai dari pelepasan kawasan hutan, Hak Guna Usaha (HGU), serta banyak proses yang harus dilalui, baru bisa tanahnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
 
Sudaryanto berharap bahwa tahun depan akan terus dilanjutkan beberapa program, terutama terkait dengan redistribusi tanah yang salah satunya melalui proyek dengan BAPPENAS yang menunjuk beberapa lokasi prioritas Reforma Agraria dan sudah dianggarkan secara khusus. 
 
"Ada juga dengan World Bank terkait redistribusi tanah di empat provinsi, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan tengah, Kalimantan Timur, dan Sumatra Selatan. Oleh karena itu, harapannya seluruh kegiatan ini dapat berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan," ungkapnya.  
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif