Suku bunga jadi hambatan beli rumah. Ilustrasi: Shutterstock
Suku bunga jadi hambatan beli rumah. Ilustrasi: Shutterstock

Suku Bunga KPR Tinggi Jadi Kendala Membeli Rumah

Properti Perumahan suku bunga apartemen kpr rumah tapak Tips beli rumah
Rizkie Fauzian • 02 September 2021 13:45
Jakarta: Suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi hambatan masyarakat untuk membeli rumah. Meski pemerintah telah menurunkan suku bunga acuan, namun masyarakat masih menganggap suku bunga saat ini masih tinggi.
 
Survei Rumah.com Consumer Sentiment Study semester II-2021, mencatat bahwa 60 persen responden menganggap suku bunga KPR saat ini berada pada level yang tinggi dan bahkan sangat tinggi. 
 
"Masih tingginya tingkat suku bunga KPR juga mengakibatkan tingginya besaran angsuran KPR yang harus dibayar tiap bulan sehingga menjadi hambatan yang dihadapi ketika mengambil KPR," kata Country Manager Rumah.com Marine Novita dalam laporan, dikutip Kamis, 2 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karena itu, mayoritas masyarakat mengharapkan pemerintah mengeluarkan kebijakan dan tindakan terutama agar bisa menurunkan suku bunga KPR. Pemerintah sebenarnya telah merespon harapan masyarakat tersebut. 
 
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18-19 Agustus 2021 lalu memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen. 
 
Selain itu BI telah juga memutuskan untuk melonggarkan rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) Kredit/Pembiayaan Properti menjadi paling tinggi 100 persen untuk semua jenis properti. 
 
Stimulus terakhir adalah perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas pembelian rumah tapak dan rumah susun.
 
Menurut Marine, yang paling penting dari adanya kebijakan dan stimulus dari pemerintah tersebut adalah pelaksanaannya. Pasalnya, langkah BI menurunkan suku bunga acuannya tidak langsung diikuti oleh kalangan perbankan.
 
"Sehingga walaupun suku bunga BI sudah turun namun industri properti tidak bisa segera langsung merasakan dampaknya," jelasnya.

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif