Sejumlah desainer interior dari wilayah Selatan Amerika Serikat mengamati adanya perubahan selera masyarakat dalam menata rumah. Jika sebelumnya konsep rumah serba terbuka, dinding polos tanpa motif, serta furnitur berwarna terang menjadi favorit, kini kebutuhan akan karakter dan keunikan mulai menggeser tren tersebut.
Pemilik rumah semakin berani bereksperimen dengan warna, tekstur, serta material alami yang menonjolkan detail kerajinan tangan dan nilai estetika. Dilansir dari Southern Living, berikut delapan desain klasik yang kembali digemari meski sempat dianggap ketinggalan zaman.
Tren desain interior klasik di 2026
1. Wallpaper bermotif

Desain interior klasik yang kembali populet di 2026. Foto: Gemini AI
Wallpaper atau kertas dinding sempat dianggap sebagai peninggalan akhir abad ke-20 yang membosankan dan sulit dirawat. Namun dalam satu dekade terakhir, wallpaper justru bertransformasi menjadi elemen seni dalam ruangan.
Alicia Thomasson, pendiri Alicia Thomasson Interiors di Northern Virginia, menjelaskan bahwa wallpaper kini digunakan untuk memberikan karakter kuat pada ruang, terutama ketika dipadukan dengan warna kontras atau diaplikasikan sebagai mural.
| Baca juga: Pilihan Warna Cat Ruang Tamu yang Sejuk dan Menenangkan |
2. Furnitur dan kabinet kayu gelap

Desain interior klasik yang kembali populet di 2026. Foto: Gemini AI
Kabinet kayu gelap yang kerap ditemukan di rumah-rumah lama kini kembali diminati. Para desainer menyarankan penggunaan kembali perabot antik karena kayu gelap menghadirkan karakter yang sulit ditiru material modern.
Penggunaan kayu pun semakin beragam, tidak hanya jenis kayu berat, tetapi juga kayu dengan serat alami yang tetap terlihat elegan dan hangat.
3. Lantai kayu berwarna gelap

Desain interior klasik yang kembali populet di 2026. Foto: Gemini AI
Lantai kayu gelap, khususnya kayu ek yang diberi pewarnaan gelap namun tetap menampilkan serat alaminya, kembali menjadi pilihan favorit.
Menurut desainer Heidi Houdek, lantai jenis ini mampu menciptakan suasana yang kaya dan moody. Meski berwarna gelap, tampilannya tetap modern, mewah, dan alami.
4. Lantai ubin pola papan catur

Desain interior klasik yang kembali populet di 2026. Foto: Gemini AI
Pola papan catur yang dahulu terlihat mencolok kini hadir dalam versi lebih lembut. Kombinasi warna seperti putih krem dan abu-abu kecokelatan menjadi alternatif selain hitam-putih klasik.
Ubin berpola ini mampu menghadirkan visual menarik tanpa terkesan berlebihan.
5. Denah lantai tertutup

Desain interior klasik yang kembali populet di 2026. Foto: Gemini AI
Konsep ruang terbuka (open plan) mulai ditinggalkan sebagian pemilik rumah. Banyak orang kini menyadari pentingnya pembagian ruang yang jelas untuk fungsi berbeda, seperti ruang kerja, ruang santai, atau ruang makan.
Tata ruang dengan pembagian yang spesifik dinilai lebih nyaman dan fungsional dibanding satu ruangan besar yang menyatu.
6. Detail pelapis dekoratif

Desain interior klasik yang kembali populet di 2026. Foto: Gemini AI
Detail seperti lis, bingkai dinding, hingga pipa kontras pada bantal dan gorden kembali digunakan untuk memperkaya tampilan ruangan.
Contohnya, wallpaper yang ditempatkan secara sengaja di dalam panel dinding untuk menonjolkan garis arsitektur. Detail kecil ini mampu meningkatkan daya tarik visual furnitur dan membuat ruangan terasa lebih elegan.
7. Wastafel dan bak mandi berwarna

Desain interior klasik yang kembali populet di 2026. Foto: Gemini AI
Wastafel dan bak mandi berwarna yang populer pada era 1980-an hingga 1990-an kembali diminati, terutama bagi pemilik rumah yang ingin tampil berbeda.
Sebagian orang bahkan berburu barang antik asli atau memilih produk baru bergaya retro untuk menciptakan sentuhan unik dan artistik di kamar mandi.
8. Material perunggu gosok minyak

Desain interior klasik yang kembali populet di 2026. Foto: Gemini AI
Material oil-rubbed bronze yang sempat populer pada awal 2000-an kembali hadir dengan tampilan lebih modern.
Warnanya terasa lebih hangat dan lembut dibandingkan hitam matte yang sempat tren beberapa tahun terakhir. Material ini dinilai mampu memberikan kesan klasik sekaligus kekinian pada perangkat keras rumah.
Tren ini menunjukkan bahwa desain interior bersifat siklus. Elemen yang dulu dianggap ketinggalan zaman dapat kembali diminati ketika diolah dengan pendekatan yang lebih segar dan relevan dengan kebutuhan masa kini. (Syarifah Komalasari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News