Bogor menjadi area yang paling dilirik para pencari properti. Ilustrasi: Shutterstock
Bogor menjadi area yang paling dilirik para pencari properti. Ilustrasi: Shutterstock

Rumah di Bogor Banyak Dibidik Para Pencari Properti

Properti Tips Properti tips rumah Perjanjian Jual-Beli Properti Tips beli rumah
Rizkie Fauzian • 10 September 2021 11:30
Jakarta: Pencarian properti selama masa pandemi mengalami kenaikan. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan tren penjualan properti year-over-year sebesar 36,8 persen dalam periode Juni 2020 hingga Juni 2021.
 
Lamudi.co.id telah meluncurkan riset tren pasar properti pada semester I-2021 untuk mengulas tren dan adopsi sikap baru terhadap pencarian dan rencana investasi properti dari Juni 2020-Juni 2021.
 
CEO Lamudi.co.id. Mart Polman mengatakan, riset tersebut mencatat rumah tapak masih mendominasi pencarian properti. Pencari properti berasal dari kota-kota besar, yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Depok, dan Medan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bogor tercatat sebagai kota yang menduduki peringkat pertama dalam kategori area yang paling banyak dicari atau sebanyak 26 persen, diikuti oleh Jakarta Selatan sebanyak 19,3 persen dan Bekasi 14,8 persen," jelasnya dikutip, Jumat, 10 September 2021.
 
Berdasarkan data yang diperoleh oleh Lamudi.co.id dari Juni 2021 dapat disimpulkan bahwa pencari properti memiliki bujet rata-rata sebesar Rp600 juta hingga Rp2 miliar untuk pembelian properti. 
 
Selain itu, tren juga menunjukkan bahwa mayoritas pencari properti yang menggunakan Lamudi.co.id mencari harga rumah dengan kisaran harga Rp800 juta dan Rp600 juta untuk apartemen. 
 
"Untuk pembelian tanah kavling, rata-rata pencari properti memiliki preferensi terhadap properti yang memiliki harga rata-rata Rp1,8 miliar," jelasnya.
 
Bagi pencari properti yang memiliki orientasi bisnis, data menunjukan bahwa pelaku bisnis bersedia mengeluarkan anggaran yang lebih besar dengan harga pencarian
populer berada pada kisaran harga Rp2 miliar untuk pembelian properti komersial.
 
Properti komersial antara lain meliputi rukan, ruko yang juga dapat merangkap sebagai tempat tinggal, gedung kantor, dan gudang. Dalam segi pembayaran, para pencari properti masih memiliki preferensi pembayaran secara kredit. 
 
Data lamudi.co.id menunjukan bahwa lebih dari 70 persen pembeli properti memilih jalur pembayaran non-tunai. Metode pembayaran kredit, hampir setengah responden memilih untuk membayar Down Payment sebesar 10-15 persen dari total harga properti, diikuti dengan lima hingga 10 persen uang muka yang dipilih oleh 33,27 persen pengguna. 
 
"Hal ini menunjukkan beberapa kemungkinan termasuk darinya adalah keterbatasan uang dingin untuk investasi sebesar properti juga menariknya opsi dan insentif yang diberikan oleh pihak bank maupun pemerintah," ungkap Mart.

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif