Pembangunan jalan di kawasan pariwisata Labuan Bajo. Foto: Kementerian PUPR
Pembangunan jalan di kawasan pariwisata Labuan Bajo. Foto: Kementerian PUPR

Tata Labuan Bajo, Kementerian PUPR Gandeng Arsitek

Properti pariwisata infrastruktur Labuan Bajo Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 11 September 2020 16:52
Labuan Bajo: Pemerintah membangun sejumlah infrastruktur untuk mendukung pengembangan Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi destinasi wisata skala internasional.
 
Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo memiliki destinasi seperti Puncak Waringin, Goa Batu Cermin, kawasan Wei Cicu, Waterfront Marina, dan Bukit Pramuka yang tak kalah menarik untuk dikunjungi wisatawan.
 
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pada 2020 telah mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur Labuan Bajo sebesar Rp1,3 triliun atau lebih besar dari 2019 sebesar Rp83,2 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kementerian PUPR sudah membuat program terpadu untuk pengembangan KSPN Labuan Bajo dari seluruh sektor mulai peningkatan kualitas layanan jalan dan jembatan, penyediaan Sumber Daya Air, permukiman, dan perumahan," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat, 11 September 2020.
 
Dari besaran anggaran tersebut, untuk pembangunan infrastruktur Labuan Bajo akan terserap 100 persen hingga akhir tahun ini. Target penyerapan anggaran sejalan dengan rencana penyelesaian pembangunan fisik infrastruktur KSPN Labuan Bajo pada Desember 2020.
 
Di Bidang Perumahan dengan anggaran sebesar Rp174,5 di antaranya digunakan untuk peningkatan kualitas rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 4.100 unit.
 
Kementerian PUPR melibatkan Arsitek Nusantara Yori Antar untuk penataan Labuan Bajo yang juga terlibat dalam pembenahan kawasan pariwisata Danau Toba, Sumut.
 
"Pengembangan kawasan wisata tidak cukup dengan konsultan teknik, namun juga perlu melibatkan arsitek agar infrastruktur yang dibangun tidak kaku, sehingga perlu diperhalus melalui arsitektur," ujar Menteri Basuki.
 
Anggaran sebesar Rp1,3 triliun digunakan untuk penataan kawasan sejumlah destinasi pariwisata melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya sebesar Rp646,3 miliar di antaranya Kawasan Puncak Waringin Rp18,2 miliar dengan progres 50,68 persen.
 
Pengembangan kawasan Goa Batu Cermin sebesar Rp27,5 miliar dengan progres 40 persen, dan Pulau Rinca meliputi pembangunan dermaga sebesar Rp47 miliar dan fasilitas penunjang wisata sebesar Rp50 miliar.
 
"Beberapa pekerjaan yang baru mulai adalah penataan kawasan Marina sudah ada kontraknya. Kemudian Pulau Rinca baru mulai dan sudah ada UPL/UPK (Upaya Pengelolaan Lingkungan/Upaya Pemantauan Lingkungan)," ujarnya.
 
Untuk mendukung jaringan jalan Labuan Bajo, Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga juga melakukan penanganan ruas jalan dalam kota, penataan trotoar dan drainase (pedestrian), perbaikan geometrik jalan, pelebaran dan preservasi serta pembangunan jalan baru.
 
Anggaran pengerjaannya untuk tahun ini sebesar Rp420,1 miliar diantaranya peningkatan jalan, trotoar, dan drainase Jalan Soekarno Atas sepanjang 2,19 km, Jalan Soekarno Bawah sepanjang 2,01 km, Jalan Simpang Pede sepanjang 4,51 km, dan peningkatan jalan kawasan pariwisata Waecicu sepanjang 4 km. Rata-rata progres fisik peningkatan jalan dan jembatan di Labuan Bajo mencapai 60 persen.
 
Di Bidang Sumber Daya Air, anggaran dukungan infrastruktur Labuan Bajo 2020 sebesar Rp67,7 miliar di antaranya untuk pembangunan sarana dan prasarana pengaman Pantai Lohbuaya di Pulau Rica.
 
"Kita juga melakukan penambahan kapasitas untuk air minum sebanyak 50 liter per detik, sekarang baru 40 liter per detik ditambah 2x25 liter per detik dari Bendung Way Misu," tutur Menteri Basuki.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif