NEWS
Konsep Co-Working Space Diperkirakan Tumbuh Pesat Tahun Depan
Annisa ayu artanti
Rabu 27 Februari 2019 / 16:45
Jakarta: Pertumbuhan ruang bekerja bersama atau co-working Space diperkirakan semakin menjamur satu hingga dua tahun ke depan.
Di Asia Tenggara pertumbuhan co-working space tercatat sekitar lima belas persen pada 2017. Peluang pertumbuhan co-working space di Indonesia menurut penggiat industri masih besar, baik di kota-kota besar atau di daerah sekitarnya.
Tren ruang kantor ini memang sedang digandrungi oleh perusahaan startup yang mayoritas pegawainya generasi milenial.
"Banyak perusahaan-perusahaan startup membuat model ruang kerja seperti co-working space ini," kata Direktur Riset Savills Indonesia Anton Sitorus di kantornya, Jakarta, Rabu, 27 Februari 2019.
Konsep kantor co-working space mulai berkembang pada 2017. Sejak saat itu, banyak penyedia jasa properti mulai membangun kantor dengan konsep co-working space yang kemudian disewakan kembali kepada perusahaan-perusahaan rintisan.
"Saya bisa bilang secara kasar co-working space menyumbang penyerapan sewa perkantoran sebanyak 70 persen di 2018," ucapnya.
Tak hanya menyasar perusahaan-perusahaan rintisan, Savills Indonesia melihat co-working space menjadi ladang bisnis baru yang menyasar perusahaan-perusahaan konvensional.
"Beberapa perusahaan perbankan dan asuransi mulai melirik menggunakan co-working space. Mereka menargetkan ke perusahaan-perusahaan tersebut untuk memanfaatkan co-working space," ucap dia.
Beberapa penyedia co-working space di Jakarta saat ini adalah Go-work, We-work, Conclave, Workout, Jakarta Digital Valey, Kejora, Biline Space, Tierspace, EV Hive, dan Skystar Ventures Co-Working Space.
(KIE)
Di Asia Tenggara pertumbuhan co-working space tercatat sekitar lima belas persen pada 2017. Peluang pertumbuhan co-working space di Indonesia menurut penggiat industri masih besar, baik di kota-kota besar atau di daerah sekitarnya.
Tren ruang kantor ini memang sedang digandrungi oleh perusahaan startup yang mayoritas pegawainya generasi milenial.
"Banyak perusahaan-perusahaan startup membuat model ruang kerja seperti co-working space ini," kata Direktur Riset Savills Indonesia Anton Sitorus di kantornya, Jakarta, Rabu, 27 Februari 2019.
Konsep kantor co-working space mulai berkembang pada 2017. Sejak saat itu, banyak penyedia jasa properti mulai membangun kantor dengan konsep co-working space yang kemudian disewakan kembali kepada perusahaan-perusahaan rintisan.
"Saya bisa bilang secara kasar co-working space menyumbang penyerapan sewa perkantoran sebanyak 70 persen di 2018," ucapnya.
Tak hanya menyasar perusahaan-perusahaan rintisan, Savills Indonesia melihat co-working space menjadi ladang bisnis baru yang menyasar perusahaan-perusahaan konvensional.
"Beberapa perusahaan perbankan dan asuransi mulai melirik menggunakan co-working space. Mereka menargetkan ke perusahaan-perusahaan tersebut untuk memanfaatkan co-working space," ucap dia.
Beberapa penyedia co-working space di Jakarta saat ini adalah Go-work, We-work, Conclave, Workout, Jakarta Digital Valey, Kejora, Biline Space, Tierspace, EV Hive, dan Skystar Ventures Co-Working Space.
(KIE)