NEWS

Jangan Asal Taruh, Ini Tips Menata Furnitur agar Aman untuk Anak

Rizkie Fauzian
Senin 31 Agustus 2026 / 16:46
Ringkasnya gini..
  • Penataan furnitur rumah perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak agar lingkungan tetap aman sekaligus mendukung aktivitas dan kemandirian mereka.
  • Furnitur berukuran sesuai tinggi anak dapat memudahkan mereka mengambil dan menggunakan barang tanpa selalu meminta bantuan orang tua.
  • Sudut furnitur yang tajam perlu diberi perlindungan, sementara setiap barang sebaiknya memiliki tempat khusus agar anak mudah mengenali dan mengembalikannya.
Jakarta: Penataan furnitur di rumah perlu diperhatikan ketika anak mulai aktif beraktivitas di dalam ruangan. Selain mempertimbangkan estetika, orang tua perlu memastikan ukuran, posisi, dan keamanan furnitur sesuai dengan kebutuhan anak.

Diploma Montessori dan Parent Educator, Rosa Akhirunnisa, mengatakan penataan lingkungan untuk anak dapat menerapkan konsep prepare environment dalam pendekatan Montessori. Konsep tersebut menekankan pentingnya menyiapkan lingkungan yang aman dan sesuai dengan kemampuan anak agar mereka dapat beraktivitas secara lebih mandiri.

“Environment seperti apa sih yang ingin kita siapkan untuk anak? Yang pertama tentu saja yang aman, dan yang kedua semua itu ada tempatnya dan semua pada tempatnya,” ujar Rosa dalam acara Sweety Siap Tandang Tanding di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.

Menurut Rosa, orang tua perlu memastikan lingkungan rumah aman sekaligus menata barang pada tempat yang mudah dikenali anak. Ukuran furnitur juga sebaiknya disesuaikan dengan tinggi badan anak agar dapat dijangkau dan digunakan dengan lebih mudah.

Sesuaikan furnitur dengan ukuran anak

Furnitur yang sesuai dengan ukuran tubuh anak dapat membantu membangun kemandirian. Ketika barang berada dalam jangkauan, anak memiliki kesempatan untuk mencoba mengambil dan menggunakannya tanpa selalu meminta bantuan orang dewasa.
 
Penyesuaian tersebut juga memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar melakukan berbagai aktivitas sendiri. Orang tua tidak harus selalu mengambil alih ketika anak sudah mampu menjangkau dan menggunakan benda sesuai dengan kemampuannya.

“Jadi agar memungkinkan dan memunculkan kemandiriannya anak,” tutur Rosa.

Orang tua dapat mulai dengan menempatkan barang yang sering digunakan anak pada area yang mudah dijangkau. Misalnya, buku dan mainan dapat disimpan pada rak rendah sehingga anak dapat mengambil sekaligus mengembalikannya sendiri setelah selesai digunakan.

Perhatikan furnitur dengan ujung tajam

Rosa mengatakan tidak ada aturan khusus yang melarang penggunaan jenis furnitur tertentu di rumah. Namun, bagian furnitur yang berpotensi membahayakan anak perlu mendapat perhatian lebih.

Salah satunya adalah furnitur dengan ujung atau sudut tajam seperti meja dan lemari. Bagian tersebut dapat menjadi risiko ketika anak sedang aktif berjalan atau berlari di dalam rumah.

“Karena kita tahu anak-anak usia dini dari 0 sampai 36 bulan mereka itu kan aktif sekali. Kadang-kadang saking mereka itu berjalan atau berlari tidak aware dengan sekitarnya. Jadi terantuk seperti itu,” kata Rosa.

Untuk mengurangi risiko benturan, orang tua dapat menggunakan pelindung khusus pada sudut furnitur yang tajam. Penempatan furnitur juga perlu diperhatikan agar tidak menghalangi jalur anak ketika bergerak dari satu area ke area lainnya.

Beri tempat khusus untuk setiap barang

Selain memperhatikan ukuran dan keamanan furnitur, penataan barang juga dapat dibuat lebih teratur dengan menyediakan tempat khusus untuk setiap jenis barang.

Buku, mainan, pakaian, dan perlengkapan anak dapat dikelompokkan pada tempat yang berbeda. Dengan begitu, anak dapat lebih mudah mengenali lokasi barang sekaligus memahami tempat untuk menyimpannya kembali.

Penataan seperti ini tidak hanya membuat rumah lebih rapi, tetapi juga membantu anak belajar bertanggung jawab terhadap barang yang digunakan.

Konsep prepare environment pada akhirnya dapat diterapkan melalui hal-hal sederhana di rumah. Dengan menyediakan lingkungan yang aman, mudah dijangkau, dan tertata, orang tua dapat membantu anak mengeksplorasi lingkungan sekaligus membangun kemandirian sesuai tahap perkembangannya. (Syarifah Komalasari)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH