Kenaikan harga properti di sejumlah kota besar serta fluktuasi suku bunga membuat sebagian masyarakat memilih menunda pembelian rumah. Di sisi lain, ada pula yang memandang kepemilikan properti sebagai langkah penting untuk membangun aset dan stabilitas hidup.
Sewa properti: fleksibel dan minim risiko

Sewa atau beli properti, mana pilihan yang menguntungkan. Foto: Shutterstock
Menyewa properti dinilai lebih fleksibel, terutama bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi. Opsi ini memungkinkan penghuni berpindah lokasi dengan mudah tanpa terbebani komitmen jangka panjang.
Selain itu, biaya awal sewa relatif lebih ringan dibandingkan membeli properti. Penyewa tidak perlu menyiapkan uang muka besar, pajak, maupun biaya perawatan jangka panjang. Faktor inilah yang membuat sewa kerap dipilih oleh profesional muda dan pasangan baru.
Beli properti: stabilitas dan aset jangka panjang

Sewa atau beli properti, mana pilihan yang menguntungkan. Foto: Shutterstock
Di sisi lain, membeli properti masih dianggap sebagai pilihan ideal bagi mereka yang telah memiliki penghasilan stabil dan berencana menetap dalam jangka panjang. Kepemilikan rumah memberikan kepastian tempat tinggal sekaligus potensi kenaikan nilai aset dari waktu ke waktu.
Dengan cicilan yang terencana, membeli properti juga dapat melindungi pemilik dari kenaikan harga sewa di masa depan. Tak hanya itu, properti dapat dimanfaatkan sebagai aset investasi maupun warisan keluarga.
Menimbang kondisi finansial dan gaya hidup

Sewa atau beli properti, mana pilihan yang menguntungkan. Foto: Shutterstock
Keputusan antara sewa atau beli tidak bisa dilepaskan dari kondisi keuangan pribadi. Rasio cicilan terhadap pendapatan, ketersediaan dana darurat, serta tujuan hidup menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan.
Bagi masyarakat yang belum memiliki dana cukup untuk uang muka atau masih dalam fase eksplorasi karier, menyewa dapat menjadi langkah yang lebih aman. Sementara itu, membeli properti lebih cocok bagi mereka yang telah siap secara finansial dan berorientasi jangka panjang.
Tren properti menuju 2026
Menjelang 2026, tren menunjukkan bahwa sebagian masyarakat semakin selektif dalam mengambil keputusan terkait properti. Alih-alih terburu-buru membeli, banyak yang memilih menyesuaikan strategi hunian dengan kondisi pasar dan kemampuan finansial.Pendekatan yang lebih rasional ini dinilai dapat membantu masyarakat menghindari risiko finansial sekaligus tetap memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang nyaman.
Baik menyewa maupun membeli properti sama-sama memiliki keunggulan. Kunci utamanya adalah memahami kebutuhan, kemampuan finansial, serta rencana jangka panjang sebelum mengambil keputusan. Dengan pertimbangan yang matang, pilihan hunian dapat menjadi langkah strategis, bukan beban di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News